Sabtu 08 Juni 2019, 19:55 WIB

Tips Anti Lelah pada Perjalanan Arus Balik

Rizky Noor Alam | Weekend
Tips Anti Lelah pada Perjalanan Arus Balik

WANG ZHAO / AFP
Kursi pijat

TIDAK terasa libur Lebaran 2019 hampir berakhir. Setelah sebelumnya melakukan perjalanan mudik yang melelahkan dan bersilaturahmi dan berkeliling kampung halaman, maka saatnya pulang ke perantauan pun dimulai. Salah satu hal yang wajib Anda perhatikan dalam menempuh perjalanan jauh adalah stamina, pasalnya jika stamina tidak maksimal tentu rasa lelah akan menyerang dan hal itu tidak baik.

Menurut Angelica Anggunadi seorang dokter spesialis kedokteran olahraga, para pengemudi dan penumpang akan bisa merasakan badan lelah dan pegal saat mudik karena saat berada di mobil terlalu lama, tubuh kita akan berada dalam posisi yang cenderung statis dan memiliki risiko mengalami kekurangan cairan.

"Berada dalam posisi yang cenderung statis atau duduk terlalu lama membuat aliran darah di tubuh kita, terutama di kaki, menjadi kurang lancar dan membuat tubuh kita menjadi kaku," kata Angelica dalam keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia (7/6).

Angelica menambahkan bahwa ada perbedaan rasa lelah antara perempuan dan laki-laki yang dipengaruhi oleh faktor hormonal, budaya, dan prilaku. Misalnya secara umum perempuan biasanya memiliki kekuatan otot yang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.

"Faktor hormonal yang dimaksud adalah tingginya hormon testosteron pada laki-laki yang punya peranan penting dalam mendukung pembentukan massa otot. Sedangkan dalam hal budaya atau perilaku, perempuan umumnya tidak memiliki kebiasaan untuk melakukan latihan kekuatan otot. Semua kesibukan dan faktor kelemahan otot ini menyebabkan kaum Ibu jadi lebih mudah mengalami kelelahan otot dan rasa pegal," jelasnya.

Setidaknya menurut Angelica ada 3 hal yang dapat dilakukan selama perjalanan jauh untuk meminimalisir rasa pegal dan lelah, yaitu:

1. Melakukan pijatan.

Sentuhan yang dalam pada saat tubuh dipijat dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pegal pada otot. Hal ini dapat terjadi karena tekanan dari pemijatan akan merangsang sensor mekanik di otot yang akan memicu refleks otot untuk merelaksasikan dirinya. Pemijatan pun dapat memperlancar peredaran darah, yang sangat berguna untuk mengatasi rasa pegal yang terjadi karena peredaran darah yang tidak lancar. Otot akan menjadi lebih lentur dan rasa pegal pun akan berkurang. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pemijatan dapat mengaktifkan gen yang bekerja untuk mengurangi peradangan otot, namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan besarnya efek tersebut.

2. Meregangkan otot.

Peregangan dapat membuat otot yang kaku menjadi kembali lentur. Menggerakkan otot yang kaku dengan melakukan gerakan-gerakan peregangan akan memperlancar peredaran darah yang menghilangkan rasa kaku pada otot. Terdapat beberapa gerakan-gerakan sederhana yang dapat dilakukan oleh seluruh anggota keluarga pada saat di perjalanan mudik. Perlu diingat bahwa saat paling baik untuk meregangkan tubuh adalah setiap 2 jam sekali, sebuah hal yang sangat mungkin dilakukan saat berhenti di rest area.

3. Memberi sensasi panas pada bagian tubuh yang pegal.

Sensasi panas dapat membantu mengurangi rasa pegal pada otot. Saat perjalanan mudik, salah satu sumber panas yang paling praktis adalah koyo. Saat ditempelkan pada bagian tubuh, koyo akan memanaskan bagian tersebut sehingga aliran darah pada bagian tersebut meningkat dan juga mengurangi rasa nyeri serta pegal. Koyo umumnya juga mengandung zat yang memiliki sifat anti-radang (metil salisilat) yang membuatnya efektif dalam mengurangi rasa nyeri pada otot. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More