Sabtu 08 Juni 2019, 09:45 WIB

Barty Bertekad Akhiri Puasa Australia di Prancis Terbuka

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Barty Bertekad Akhiri Puasa Australia di Prancis Terbuka

AFP/Philippe LOPEZ
Ashleigh Barty

ASHLEIGH Barty bertekad mengakhiri penantian 46 tahun petenis putri Australia di ajang Prancis Terbuka saat dia akan berhadapan dengan petenis remaja Rep Ceko Marketa Vondousova di laga final, Sabtu (8/6).

Margaret Court adalah petenis putri Australia terakhir yang menjadi juara di Paris pada 1973 setelah dia memenangkan gelar kelimnya di Prancis Terbuka setelah 1962, 1964, 1969, dan 1970.

Itu merupakan era keemasan bagi petenis putri Australia dengan Lesley Turner pada 1963 dan 1965 dan Evonne Goolangong pada 1971 menjadi juara di turnamen Grand Slam tanah liat itu.

"Itu akan luar biasa," ujar Barty ketika ditanya mengenai peluangnya mengakhiri puasa gelar itu.

Petenis berusia 23 tahun itu akan tampil di final Grand Slam pertamanya, sama dengan Vondousova. Sebelumnya, prestasi terbaik Barty adalah mencapai perempat final Australia Terbuka, Januari lalu.

"Ini adalah kesempatan luar biasa bagi saya dan tim. Kami telah bekerja keras mencapai posisi ini," kata Barty.

Baca juga: Hujan, Laga Djokovic vs Thiem di Prancis Terbuka Ditunda

"Kini, kami akan bertanding dan menikmatinya. Itu adalah satu-satunya cara melakukannya. menikmati dan bermain dengan bebas," imbuhnya.

Prestasi Barty mencapai final Prancis Terbuka sangat luar biasa mengingat empat tahun lalu dia pensiun dari tenis untuk bermain kriket.

Ketika dia kembali ke tenis, dia berperingkat 623 dunia.

Dengan mencapai final Prancis Terbuka, Barty dipastikan akan menduduki peringkat tiga dunia, posisi tertinggi bagi petenis putri Australia sejak Wendy Turnbull pada 1985.

Jika berhasil menjadi juara, Barty akan menduduki peringkat dua dunia, terbaik bagi petenis putri Australia sejak Goolangong Cawley pada 1976. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More