Sabtu 08 Juni 2019, 04:00 WIB

Tarif Trump Rusak Sistem Perdagangan Global

Tarif Trump Rusak Sistem Perdagangan Global

AFP
Dana Moneter Internasional/IMF

 

DANA  Moneter Internasional (Dana Moneter Internasional/IMF) mengatakan peningkatan tarif impor dan langkah-langkah lain yang diambil oleh Washington telah merusak sistem perdagangan global.
 
Selain itu, langkah Trump ini juga meningkatkan pembatasan perdagangan barang dan jasa, serta menggerakkan siklus respons perdagangan pembalasan.
 
"Langkah-langkah tarif kemungkinan tidak akan efektif dalam mengatasi defisit perdagangan bilateral dan akan merusak AS serta ekonomi makro global," kata IMF dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri konsultasi Pasal IV tahunannya untuk meninjau ekonomi AS, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 7 Juni 2019.


Daripada memperluas hambatan tarif dan non-tarif, AS dan mitra dagangnya harus bekerja secara konstruktif untukmengatasi distorsi dalam sistem perdagangan," kata IMF, seraya menambahkan bahwa sangat penting bahwa ketegangan perdagangan AS-Tiongkok cepat diselesaikan melalui perjanjian komprehensif yang memperkuat sistem internasional.
 
AS akan mendapatkan keuntungan dengan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang berdasarkan pada peraturan, kata pemberi pinjaman internasional yang berbasis di Washington itu.
 
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan pada konferensi pers bahwa ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya mewakili ancaman terhadap pandanganglobal dan menciptakan dampak negatif kepada negara lain.
 
"Agar ekonomi global berfungsi dengan baik, ia harus dapat mengandalkan sistem perdagangan internasional berbasis aturan yang lebih terbuka, lebih stabil, dan lebih transparan," tutur Lagarde.
 
"Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, tidak ada yang memenangkan perang dagang," pungkas dia.(medcom/OL-9)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More