Sabtu 08 Juni 2019, 02:00 WIB

'Pengantin Bom' Membaiat ke ISIS Via Facebook

Cindy | Nusantara

MI/Susanto
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

 

KEPOLISIAN  mendalami jaringan komunikasi tersangka bom bunuh diri di Sukoharjo, Jawa Tengah, berinisial RA, 22. 'Pengantin bom' itu diduga berkomunikasi dengan kelompok Negara Islam (ISIS) lewat media sosial Facebook (FB).
 
"Yang bersangkutan memang membaiat diri dengan akun FB-nya langsung ke ISIS dari hasil pemeriksaan sementara dan dari keterangan orang tuanya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Juni 2019.
 
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 tengah meminta keterangan terhadap RA. Kondisi kesehatan sudah RA cukup stabil untuk dimintai keterangan."Pagi ini meminta keterangan namun belum ful menjelaskan bahwa handphone yang bersangkutan sudah dirusak," ucap Dedi.

Dedi mengaku Laboratorium Digital Forensik Mabes Polri terhambat dalam mengungkap isi ponsel RA. Namun, pihaknya tengah mendalami akun Facebook tersangka."Akan juga mencoba mendalami jaringan komunikasi yang bersangkutan di akun FB. Ini lagi didalami," ujar dia.
 
Jenderal bintang satu itu mengungkap RA membagi pengalaman merakit bom dengan sesama pelaku teror lonewolf. Mereka tak terafiliasi jaringan kelompok mana pun, tetapi saling bertukar informasi.
 
"Memang dia tak terafiliasi oleh jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) atau kelompok teroris yang terstruktur. Tapi dia miliki jaringan komunikasi dengan sleeping sel (lonewolf) yang lain," terang Dedi.
 
Sebelumnya, ledakan melanda Pos Pantau Polres Sukoharjo di barat Tugu Kartasura, Senin, 3 Juni 2019. Ledakan diduga berasal dari bom yang dibawa RA. Pelaku mengalami luka serius, tetapi masih selamat.
 
Peristiwa berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB. Wahyu, seorang pedagang di sekitar lokasi, menyebut ledakan tersebut terdengar seperti suara ban meletus. "Setelah saya cek ternyata ada orang tergeletak di depan pos," kata dia.
 
Menurut saksi lain, Mulyono, korban sempat duduk di sekitar pos polisi sebelum terjadi ledakan. "Tadi ada orang berbaju hitam duduk di sekitar, ternyata dia yang diduga meledakkan diri," ujar dia.(medcom/OL-9)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More