Sabtu 08 Juni 2019, 00:00 WIB

Angka Kecelakaan Mudik Lebaran Turun

Cindy | Nusantara
Angka Kecelakaan Mudik Lebaran Turun

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Pengendara sepeda motor melintas di dekat spanduk peringatan berhati-hati berkendara di Jalan Raya Kertosono-Madiun, di Nganjuk

 

ANGKA kecelakaan lalu lintas pada arus mudik Lebaran 2019 menurun hingga lebih dari 50 persen jika dibandingkan pada 2018. Persentase penurunan angka kecelakaan hingga 62 persen.
 
"Korban meninggal dunia mengalami penurunan 59 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2018. (Terhitung) dari tanggal 29 (Mei) sampai hari ini tanggal 7 Juni," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 7 Juni 2019.
 
Pada 2018, lanjut dia, kecelakaan lalu lintas mencapai 1.178 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 254 orang. Selama operasi ketupat mudik Lebaran 2019, angka itu menurun drastis.

"Untuk tahun 2019 ini, pada waktu yang sama dalam waktu operasi ketupat ini, kecelakaan lalu lintas sebanyak 446 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 105 kasus," ucap Dedi.
 
Dia menuturkan angka kecelakaan lalu lintas mudik tahun ini didominasi kendaraan roda dua. Sementara itu, angka korban meninggal dunia berasal dari kendaraan roda empat.
 
"Untuk penyumbang kecelakaan lalu lintas, memang paling banyak kendaraan roda dua, tapi jumlah korban meninggal adalah kendaraan roda empat," tutur jenderal bintang satu itu.

 Sementara itu, tren pengguna kendaraan pribadi baik roda dua dan empat di mudik meningkat sekitar 23 persen dibanding 2018. Peningkatan tersebut berbanding terbalik dengan angka kecelakaan lalu lintas.
 
Dedi menerangkan semua hal ini karena upaya kepolisian dalam merekayasa lalu lintas dan pengamanan di sejumlah titik rawan kecelakaan. "Sehingga memecah kepadatan-kepadatan dan memperbanyak pos pengamanan di black spot yang menjadi rawan kecelakaan lalu lintas," imbuh dia.(medcom/OL-9)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More