Jumat 07 Juni 2019, 19:30 WIB

Kapal Perang Tiongkok Tinggalkan Pelabuhan Australia

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Kapal Perang Tiongkok Tinggalkan Pelabuhan Australia

AFP
Tiga kapal perang Tiongkok yang berlabuh di Sydney, Senin (3/6).

 

TIGA kapal perang Tiongkok pergi meninggalkan perairan Sydney, Australia, pada Jum'at (7/6). Setelah kunjungan mendadak di tengah pergolakan pengaruh antara Australia dan Tiongkok di wilayah Pasifik.

Seruan unjuk kekuatan yang mencakup kapal fregat, kapal perlengkapan, dan kapal perang amfibi, telah direncanakan. Namun, tidak pernah diumumkan pemerintah Australia.

"Peristiwa itu menimbulkan banyak pertanyaan. Beberapa kapal tiba di Darling Point dan sejumlah lokasi terkenal lainnya di Pelabuhan Sydney tanpa ada pengumuman sebelumnya. Ditambah lagi tentara bersenjata dan pelaut di geladak kapal terlihat cukup agresif," ujar profesor studi keamanan dan intelijen internasional dari Australian National University John Blaxland.

Baca juga: Kapal Perang Tiongkok Kejutkan Warga Australia

Sejumlah armada militer berangkat ke Tiongkok di bawah langit kelam pada sore hari waktu setempat. Sebelumnya, beberapa kapal perang tiba pada malam peringatan peristiwa berdarah demonstrasi Tiananmen pada 4 Juni 1989. Beberapa foto yang tersebar luas menunjukkan warga Tiongkok menanti di dermaga angkatan laut, untuk menyambut kedatangan para pasukan.

"Itu adalah kunjungan balasan, karena sejumlah kapal angkatan laut Australia telah mengunjungi Tiongkok. Mungkin itu mengejutkan banyak orang, tetapi jelas bukan kejutan bagi pemerintah," jelas Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison saat berada di Kepulauan Solomon.

Hubungan antara Australia dan Tiongkok mencapai titik terendah pada tahun lalu. Tepatnya, ketika Canberra mengesahkan aturan yang bertujuan menghalangi pengaruh Tiongkok dalam urusan dalam negeri. Berikut, mengakhiri kesombongan Tiongkok atas sengketa Laut China Selatan yang berlarut-larut.

Pemerintah Australia telah menawarkan dukungan diplomatik terhadap perjalanan "kebebasan navigasi" Amerika Serikat (AS), yang melintasi wilayah Laut China Selatan. (Channelnewsasia/X-15)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More