Jumat 07 Juni 2019, 16:12 WIB

Lingkar Gentong Macet, Volume Kendaraan Naik 50%

Kristiadi | Nusantara
 Lingkar Gentong Macet, Volume Kendaraan Naik 50%

Antara
Naiknya volume kendaraan melintas di jalur selatan Jawa Barat menyebabkan kemacetan di lingkar Gentong, Tasikmalaya

 

MEMASUKI hari ketiga Lebaran, arus balik dan arus mudik masih terjadi di jalur selatan Jawa Barat. Termasuk jalan alternatif melalui Salawu menuju Kabupaten Garut. Kepadatan kendaraan sudah terjadi sejak Kamis (6/6) hingga sekarang. Kepadatan juga terjadi di Ciawi menuju arah Bandung melalui lingkar Gentong.

"Kepadatan arus balik dan arus mudik berada di jalur selatan Jawa Barat berimbang. Tetapi polisi telah memberlakukan rekayasa dengan cara satu arah selama satu jam di atas lingkar Gentong. Karena, kepadatan arus sekarang ini, arus kendaraan di lintas selatan sudah mencapai 50%," kata Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Andriyanto, Jumat (7/6).

Kemacetan sudah mencapai 10 km dari lingkar Gentong atas hingga menuju Ciawi. Sedangkan jalur alternatif lainnya melalui Jl Ir Juanda arah Singaparna ke Garut juga macet.

"Kepadatan arus lalu lintas di lingkar Gentong atas bawah dikarenakan jumlah kendaraan terus meningkat. Diprediksi peningkatan volume kendaraan akan terus terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9//6)," kata Andriyanto.

Pemberlakuan one way ini tergantung kondisi di Garut dan jalur Nagreg. "Kami dari jajaran kepolisian dari Polres Garut, Ciamis, dan Kabupaten Tasikmalaya sudah berkoordinasi untuk mengurai kemacetan," tambahnya.

baca juga: Polda Sulsel Berencana Berlakukan Sistem One Way Saat Arus Balik

Sejumlah pengendara roda dua mengungkapkan bahwa kemacetan sudah terjadi di Rajapolah. "Namun kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali atau terhenti saat memasuki lingkar Gentong," kata Muhamad Denim warfa Cikaloa Bandung yang mudik ke Jawa Tengah menggunakan sepeda motor. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More