Jumat 07 Juni 2019, 18:30 WIB

Aplikasi Relaksasi Smartphone Bantu Atasi Migrain

Tosiani | Weekend
Aplikasi Relaksasi Smartphone Bantu Atasi Migrain

Lionel BONAVENTURE / AFP
Aplikasi smartphone

PENDERITA migrain dapat memanfaatkan aplikasi relaksasi 'RELAXaHEAD' di smartphone untuk relaksasi sedikitnya dua kali dalam seminggu. Teknik ini, tulis Science Daily, dipercaya dapat mengurangi rasa sakit kepala akibat migrain.

Teknik relaksasi berbasis aplikasi smartphone itu dikembangkan para peneliti di NYU School of Medicine. Aplikasi tersebut memandu pasien melakukan relaksasi otot progresif atau PMR. Melalui terapi perilaku inu, pasien bergantian bersantai dan menegangkan kelompok otot yang berbeda untuk mengurangi stres.

Penelitian diterbitkan dalam jurnal Nature Digital Medicine online. Ini yang pertama untuk mengevaluasi efektivitas klinis aplikasi untuk mengobati migrain, dan menambahkan aplikasi ke terapi standar (seperti obat oral) di bawah pengawasan dokter. "Studi kami menawarkan bukti bahwa pasien dapat menjalani terapi perilaku jika mudah diakses, mereka dapat melakukannya pada waktu mereka sendiri, dan itu terjangkau," kata peneliti senior dan ahli saraf, Mia Minen.

Menurut Mia, para dokter perlu memikirkan kembali pendekatan pengobatan mereka terhadap migrain karena banyak terapi yang diterima. Meskipun terbukti sebagai pengobatan terbaik saat ini, namun tidak bekerja untuk semua gaya hidup.

Migrain memengaruhi lebih dari 36 juta orang di Amerika Serikat. Gejala primernya termasuk sakit kepala sedang hingga berat, sering disertai mual dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Pasien sering diresepkan terapi obat dan terapi perilaku, tapi tidak mengejar perilaku setelah rekomendasi dokter karena biaya dan ketidaknyamanan. Seringkali pasien hanya minum obat.

Tim peneliti menganalisis penggunaan aplikasi smartphone oleh 51 pasien migrain selama 90 hari. Mereka wajib menyimpan catatan harian dari frekuensi dan tingkat keparahan penyakit. Aplikasi mencatat berapa lama dan seringnya pasien menggunakan PMR.

Partisipan rata-rata mengalami 13 hari sakit kepala per bulan, berkisar antara empat dan 31. Sebanyak 39 persen pasien melaporkan mereka mengalami kecemasan, dan 30 persen mengalami depresi. Setelah terapi aplikasi RELAXaHEAD turun menjadi 51 persen setelah enam minggu dan menjadi 29 persen setelah tiga bulan.

Peneliti mengantisipasi penurunan bertahap dalam penggunaan aplikasi. Selanjutnya mereka mengidentifikasi cara potensial untuk mendorong sesi yang lebih sering. Mereka juga berencana mempelajari cara terbaik untuk memperkenalkan aplikasi ke dalam praktik klinis mereka.

"Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukan bahwa teknologi smartphone yang dapat diakses secara efektif dapat mengajarkan pasien ketrampilan seumur hidup yang diperlukan untuk mengelola migrain,"kata Minen. (M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More