Kamis 06 Juni 2019, 11:15 WIB

DK PBB Gelar Rapat Tertutup Soal Sudan

Sonya Michaella | Internasional
DK PBB Gelar Rapat Tertutup Soal Sudan

AFP/ASHRAF SHAZLY
Demonstran menutup jalan dengan menggunakan ban yang dibakar dan batu bata di Sudan.

 

DEWAN Keamanan (DK) PBB menggelar rapat tertutup, Rabu (5/6), untuk membahas krisis yang terjadi di Sudan.

Setidaknya 40 orang telah tewas akibat bentrokan warga dan militer terkait penyelenggaraan pemilu.

Rapat darurat ini diinisiasi Jerman dan Inggris mengingat kekerangan di Sudan makin meningkat. Pasukan keamanan diketahui kerap terlibat bentrokan dengan demonstran.

"Kami secepatnya perlu kembali ke meja negosiasi. Senjata tidak bisa mengesahkan legitimasi," kata Duta Besar Jerman untuk PBB Christoph Heushen, dikutip dari AFP, Kamis (6/6).

Baca juga: Pemimpin Pemberontak Sudan Ditahan di Khartoum

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pun menyerukan negosiasi untuk peralihan kekuasaan secara damai. Ia khawatir bentrokan ini akan memakan lebih banyak korban sipil.

Dewan Militer diketahui saat ini mengendalikan pemerintahan di Sudan setelah Presiden Omar al-Bashir digulingkan pada 11 April lalu.

Sementara itu, penguasa militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, mengatakan militer telah memutuskan membatalkan kesepakatan dengan para pengunjuk rasa. Dia menyerukan diadakan pemilihan dalam waktu sembilan bulan.

Burhan mengatakan pemilihan itu akan berlangsung di bawah pengawasan regional dan internasional. Penyataan ini keluar setelah perundingan dengan Aliansi Kebebasan dan Perubahan gagal. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More