Cegah Baret, Hindari Penggunaan Spoons untuk Cuci Mobil

Penulis: M. Bagus Rachmanto Pada: Kamis, 06 Jun 2019, 04:00 WIB Otomotif
Cegah Baret, Hindari Penggunaan Spoons untuk Cuci Mobil

Ilustrasi
Mencuci Mobil gunakan spoons

MOBIL yang selalu dalam kondisi bersih dan kiclong, tentu lebih nyaman dipakai dan sedap dipandang, serta bisa menjadi daya tarik bagi pengendara lain.
 
Bagi Anda yang sering mencuci mobil sendiri, sebaiknya membedakan penggunaan kain lap (kanebo) untuk mencuci body dan mengelap kaca. Pembedaan kain lap pembersih ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena kotoran yang menempel di bodi mobil biasanya lebih tebal dan berpasir, serta mengandung minyak.
 
Selain itu hindari penggunaan spoons yang berpotensi membuat baret bodi mobil. Lantaran struktur spons yang memiliki banyak celah memungkinkan butiran pasir atau benda keras lain mengendap.

Saat spons digosokkan, tak menutup kemungkinan butiran-butiran pasir atau kerikirl kecil bersentuhan langsung dengan bodi, dan pada akhirnya menghasilkan baret.
 
“Jika mencuci mobil usahakan membedakan pemakain lap untuk body dan kaca, karena kalau dicampur, bikin kaca jadi berminyak,” jelas Boy Falatehansyah, Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting.
 
Kondisi kaca yang berminyak juga bikin pandangan pengemudi menjadi tidak nyaman saat berkendara, terutama pada malam hari saat kaca terkena sorotan lampu kendaraan lain dari depan. Sehingga membuat pandangan menjadi bias.
 
Pengelola salon mobil Auto Salon Boutique, Agnes, juga menyarankan agar membersihkan mobil, baik bodi atau kaca menggunakan lap microfiber. Menurutnya lap microfiber lebih bagus untuk mengangkat debu dan kotoran. Selain itu permukaanya lebih halus, meminimalisir kaca atau bodi tergores halus.  (Medcom/OL-9)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More