Kamis 06 Juni 2019, 03:00 WIB

Dampak Mengonsumsi Mi Instan

Dhaifurrakhman Abas | Humaniora
Dampak Mengonsumsi Mi Instan

youthmanual
Mie Instan

 

MI instan bak juru selamat. Ketika akhir bulan datang, makanan ini selalu jadi pilihan untuk menyelamatkan perut dari rasa kelaparan.
 
Meski murah dan juga lezat, mengonsumsi mi tak boleh terlampau sering. Hal ini diungkapkan sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Braden Kuo, seorang Ahli Gastroenterologi dari Rumah Sakit Umum Massachusetts. Dia bilang mi segar buatan rumah mungkin akan dicerna tubuh dalam rentang waktu satu sampai dua jam.

“Sedangkan mi instan disebut utuh dan tidak tercerna di perut bahkan beberapa jam setelah dikonsumsi,” kata Kuo, dikutip Times of India.
 
Dalam penelitian ini, Kuo menjelaskan mengapa usus sulit bereaksi mencerna atau memecah mi instan bahkan hingga berjam-jam setelah dimakan. Menurut dia, penyebab di balik fenomena ini lantaran mi instan sarat akan pengawet makanan.
 
Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebutkan seseorang yang makan mi instan secara rutin dalam waktu lama cenderung terserang tumor dan kanker. "Hal ini karena mi telah terbukti mengandung bahan pengawet yang disebut Tersier-butil hidrokuinon (TBHQ)," tulis dalam laman yang sama.
 
"Bahan yang biasa digunakan sebagai zat dalam parfum ini dapat menyebabkan penyakit dan melemahkan organ jika masuk ke dalam tubuh. Selain dari TBHQ, juga mengandung Propylene Glycol, bahan kimia yang digunakan dalam produk tembakau," terang FDA lagi.
 
Dinukil dari laman yang sama disebutkan belum lagi kandungan Bisphenol A (BPA) yang terdapat dalam bumbu mi instan. "BPA yang tertelan bisa menyebabkan kerusakan sistem metabolisme dalam tubuh. Selain itu, mie instan juga mengandung bahan kimia sintetis lainnya seperti sirup jagung, minyak kelapa sawit dan Monosodium Glutamate (MSG)," terangnya lagi.
 
Menurut Kuo dan para ahli lainnya, apabila zat ini dikonsumsi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek samping yang parah. Sehingga, kata  Kuo, mi instan sebaiknya dihindari, kurangi mengonsumsinya jika tak memungkinkan bagi Anda.
 
“Dan jika Anda benar-benar menginginkan mi, cobalah mi segar buatan sendiri yang ditaburi sayuran hijau tumis,” tandasnya.  (Medcom/OL-9)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More