Kamis 06 Juni 2019, 01:30 WIB

Penelitian: Kolesterol Jahat Picu Risiko Demensia

Torie Natalova | Humaniora
Penelitian: Kolesterol Jahat Picu Risiko Demensia

Ist
Penyakit Demensia

 

SEKITAR 5,8 juta orang di Amerika hidup dengan penyakit Alzheimer, yang menyerang ingatan seseorang. Jumlah ini dapat terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penderita demensia. Para peneliti menemukan Alzheimer kemungkinan disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan.
 
Anda mungkin tidak dapat menghindari faktor genetika, tetapi faktor gaya hidup seperti makanan sehat dan latihan fisik juga mental sejak dini diyakini dapat membantu melindungi otak.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di JAMA Neurology baru saja menemukan cara lain untuk mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Caranya yakni menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
 
Studi ini menemukan hubungan antara kolesterol LDL atau yang dikenal dengan kolesterol jahat dan penyakit Alzheimer yang timbul dini terlepas dari risiko genetika. Apa perbedaan antara Alzheimer yang muncul cepat dan lambat?
 
Alzheimer dini merupakan bentuk penyakit yang jarang terjadi pada orang sebelum usia 65 tahun. Alzheimer lambat merupakan bentuk masalah ingatan yang lebih umum dan sering menyerang orang berusia 65 tahun ke atas. Dalam penelitian ini, kolesterol LDL memainkan peran kausal untuk Alzheimer.

 

Metode penelitian
Para peneliti mengurutkan genome dari 2.125 orang, beberapa di antaranya memiliki Alzheimer dini. Mereka menemukan bahwa sekitar 10 persen dari kasus-kasus awal Alzheimer dapat dijelaskan oleh mutasi gen yang dikenal sebagai faktor risiko genetik paling signifikan untuk penyakit Alzheimer.
 
Tiga persen lainnya dapat dikaitkan dengan varian gen yang umumnya dikaitkan dengan awal-awal Alzheimer, tetapi sisanya tidak dapat dijelaskan.
 
Karena itu, mereka menguji kadar kolesterol darah orang dan menemukan bahwa orang yang memiliki kadar LDL tinggi lebih mungkin memiliki penyakit Alzheimer yang lebih awal daripada mereka yang memiliki kadar LDL lebih rendah.
 
Kolesterol sering kali mendapat reputasi yang buruk. Tapi, pada kenyataannya tubuh tetap membutuhkan kolesterol untuk menjaga struktur sel kita tetap pada tempatnya, termasuk membantu pencernaan dan membuat hormon. Tubuh membutuhkan kolesterol baik atau HDL yang juga membantu tubuh mengeluarkan LDL dari arteri.
 
LDL disebut kolesterol jahat karena jika terlalu banyak dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding pembuluh darah yang pada gilirannya dapat menyebabkan serangan jantung.
 
Mengonsumsi makanan sehat dan alami dapat menurunkan kolesterol jahat dan menaikkan kolesterol baik seperti biji rami, minyak kelapa dan akcang kenari. Perbanyak waktu olahraga dan membersihkan racun-racun lingkungan juga dapat membantu menurunkan LDL.  (Medcom/OL-9)

Baca Juga

Antara/Wahyu Putro A

Peringati Kelahiran Pancasila, Taspen Ajak Bersatu Atasi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:46 WIB
Muhamad Ali Mansur, mengajak seluruh insan Taspen dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan solidaritas sosial, khususnya...
Ilustrasi

Lebih dari 1.300 Bencana Hingga Akhir Mei 2020

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:16 WIB
Data BNPB per hari ini, Minggu (31/5), mencatat lebih dari 1.300 bencana terjadi dengan korban meninggal dunia 188 jiwa. Fenomena...
Antara/Ari Bowo

Update Covid-19, Pasien Sembuh Capai 7.308 Orang

👤Yanti Nainggolan 🕔Minggu 31 Mei 2020, 16:27 WIB
Data per Minggu (31/5), juga menunjukkan penambahan 700 kasus positif. Sehingga, total kasus covid-19 di Indonesia sebanyak 26.473...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya