Studi: Penderita Obesitas Diperlakukan Tidak Manusiawi

Penulis: Anda Nurlaila Pada: Kamis, 06 Jun 2019, 01:00 WIB Humaniora
Studi: Penderita Obesitas Diperlakukan Tidak Manusiawi

Ilustrasi
Obesitas

MASYARAKAT  umum sering melekatkan stigma negatif kepada orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Sebuah penelitian terbaru menemukan penderita obesitas mengalami perlakuan lebih ekstrem, mereka dianggap dan diperlakukan tidak manusiawi.  
 
Obesitas kini sangat umum terjadi di negara-negara maju. Sekitar sepertiga dari orang dewasa AS dan seperempat orang dewasa di Inggris sekarang secara medis didefinisikan mengalami obesitas. Namun, obesitas adalah kondisi medis kompleks yang didorong oleh faktor genetik, lingkungan, dan sosial.

Penelitian sebelumnya menyimpulkan khalayak memiliki pandangan stigmatisasi dan prasangka tentang obesitas.
 
Penelitian baru ini dilakukan di University of Liverpool, dipimpin oleh Inge Kersbergen dan Eric Robinson meneliti apakah pandangan stigmatisasi tentang obesitas mungkin lebih ekstrem daripada yang ditunjukkan sebelumnya.
 
Penelitian ini meneliti apakah orang percaya bahwa orang dengan obesitas kurang berevolusi dan kurang manusiawi daripada orang tanpa obesitas.

 

Metode yang digunakan


Sebanyak 1500 peserta terdiri dari orang-orang dari Inggris, Amerika Serikat, dan India, menyelesaikan survei online untuk menunjukkan bagaimana mereka menganggap berbagai kelompok orang berbeda dalam skala tertentu dari 0-100.
 
Para peneliti juga mencatat BMI dari peserta yang menyelesaikan survei untuk mengetahui apakah dehumanisasi obesitas yang mencolok lebih umum dilakukan mereka yang lebih kurus.

Peneliti juga menyelidiki apakah dehumanisasi terang-terangan dalam memprediksi dukungan bagi kebijakan kesehatan yang mendiskriminasi karena berat badan mereka.

Hasil
Peserta rata-rata menilai orang dengan obesitas sebagai 'kurang berkembang' dan kurang manusia daripada orang tanpa obesitas. Rata-rata, peserta menempatkan orang dengan obesitas sekitar 10 poin di bawah orang tanpa obesitas.
 
Dehumanisasi terang-terangan paling umum di antara peserta dengan berat badan lebih ringan. Tetapi juga terlihat pada peserta yang secara medis diklasifikasikan sebagai 'kelebihan berat badan' atau 'obesitas'.
 
Orang-orang yang secara tidak manusiawi merendahkan mereka yang mengalami obesitas juga lebih mungkin mendukung kebijakan kesehatan diskriminatif karena berat badan.

Eric Robinson mengatakan: "Ini adalah bukti-bukti awal bahwa orang dengan obesitas dianggap sangat tidak manusiawi. Kecenderungan untuk menganggap orang-orang dengan obesitas sebagai 'kurang manusia' mengungkapkan tingkat stigma obesitas."
 
Kata-kata tidak manusiawi yang umum dalam masyarakat untuk menyebut mereka yang obesitas seperti menggunakan kata yang berhubungan dengan hewan seperti "rakus seperti babi". Atau menggunakan gambar yang menghilangkan martabat orang yang hidup dengan obesitas.
 
"Obesitas adalah masalah kompleks yang didorong oleh kemiskinan dan komponen genetik, psikologis dan lingkungan. Dehumanisasi terang-terangan atau halus dari kelompok mana pun secara moral salah. Stigma obesitas merupakan penghalang untuk membuat perubahan dalam gaya hidup sehat dalam jangka panjang,"
 
Inge Kersbergen, peneliti di University of Sheffield mengatakan, "Hasil kami memperluas literatur sebelumnya tentang stigma obesitas dengan menunjukkan bahwa orang dengan obesitas tidak hanya tidak disukai dan distigmatisasi, tetapi secara eksplisit dianggap kurang manusia daripada mereka yang tidak obesitas," katanya.
 
Fakta dehumanisasi adalah prediksi dukungan untuk kebijakan yang mendiskriminasi orang dengan obesitas-sehingga dapat menimbulkan prasangka lebih lanjut.  (Medcom/OL-9)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More