Rabu 05 Juni 2019, 20:09 WIB

Kemarahan Pecah ketika Venezuela Mulai Penjatah Bensin

Denny Parsaulian Sinaga | Internasional
Kemarahan Pecah ketika Venezuela Mulai Penjatah Bensin

AFP
Para pengemudi mengantri di sebuah pompa bensin di sepanjang jalan raya di Negara Bagian Barinas, Venezuela, pada tanggal 31 Mei 2019.

 

MARIA Lopez mengeluh tentang penjatahan bensin padahal Venezuela adalah rumah bagi cadangan minyak terbesar dunia. Penjatahan mulai dilakukan di beberapa daerah untuk mengatasi kekurangan bahan bakar ekstrem.

"Ini lelucon," kata Lopez.

Bagi orang Venezuela biasa, ini adalah lelucon kejam. Seorang pengemudi taksi baru-baru ini meninggal karena serangan jantung setelah menunggu dalam antrean berhari-hari untuk mengisi tangki.

Sejak Senin (3/6) pengemudi taksi di negara bagian barat Lara hanya dapat membeli 30 liter (delapan galon) bahan bakar seminggu. Dengan sistem penjatahan berdasarkan plat nomor kendaraan telah diperkenalkan di negara bagian Bolivar di selatan dan Monagas di barat.

Kekurangan bahan bakar telah menjadi kronis di negara-negara rawan penyelundupan yang dekat dengan perbatasan dengan Kolombia itu. Tetapi situasi memburuk dalam beberapa pekan terakhir ketika Amerika Serikat lebih banyak menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela dan perusahaan minyak milik negara, PDVSA.

Lopez telah mengantre untuk mengisi tangki selama enam jam di ibu kota Lara, Barquisimeto. Tetapi harus pulang tanpa mendapatkan bahan bakar karena ia harus mencari obat untuk saudara lelakinya yang sakit, yang menderita meningitis.

"Itu lelucon!" dia marah lagi ketika meninggalkan pompa bensin dengan tangan kosong.

Terlepas dari kenyataan bahwa harga minyak diatur oleh negara, juga terjadi hiper-inflasi dan nilai tukar dolar pasar gelap. Sehingga satu dolar secara teknis dapat membeli hampir 600 juta liter bahan bakar.

Meskipun Presiden Nicolas Maduro mengatakan Agustus lalu bahwa harga bahan bakar batas bawah akan naik, belum ada kenaikan sejauh ini.

Ivan Herrera juga kehabisan keberuntungan. Dia pergi ke tiga pompa bensin tanpa berhasil mendapat bahan bakar. Menurut sumber-sumber industri, 40% dari 104 pompa bensin di Barquisimeto ditutup.

"Seharusnya tidak ada penjatahan di negara seperti kita, negara minyak," kata Ivan Herrera.

Menurut Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), produksi minyak Venezuela turun dari 3,2 juta barel per hari satu dekade lalu menjadi 1,03 juta barel pada April tahun ini. Perkiraan lain menyebutkan bahwa produksi Venezuela mencapai titik terendah dengan 768.000 barel per hari.

Sanksi yang diberlakukan oleh Washington dalam upaya untuk memaksa Maduro mundur telah melumpuhkan pengiriman minyak dari Amerika Serikat, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan domestik Venezuela, dan juga telah menghambat impor pengencer yang diperlukan untuk mencairkan dan memurnikan minyak mentah berat Venezuela sendiri. (AFP/Yan/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More