Rabu 05 Juni 2019, 18:56 WIB

Pelaku Pengeboman Kartasura Berbaiat Melalui Medsos

Antara | Nusantara
Pelaku Pengeboman Kartasura Berbaiat Melalui Medsos

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Seorang anggota kepolisian menjaga lokasi kejadian ledakan di Pos Pantau Arus Mudik Joglosemar, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

 

KAPOLDA Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyatakan pelaku peledakan di Simpang Tiga Tugu Kartasura pada Senin (3/6) malam berbaiat dengan pimpinan Islamic State (IS) Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosial.    

"Selanjutnya, dia mulai menerima berbagai doktrin, berbagai pencerahan-pencerahan katanya. Akhirnya, di akhir tahun 2018 dia berbaiat kepada Al Baqhdadi," kata Kapolda di Solo, Rabu (5/6).    

Ia mengatakan melalui media sosial juga pelaku yang juga korban satu-satunya pada ledakan Kartasura tersebut diajarkan tentang alat-alat kekerasan, termasuk membuat petasan.    

"Dia juga diajarkan bagaimana merakit bom dalam skala kecil seperti yang kemarin itu," ungkapnya.    

Ia mengatakan ledakan yang dilakukan pelaku di depan Pos Pantau Polres Sukoharjo Joglosemar tersebut sebagai kegiatan amaliyah yang dilakukan sesuai arahan Al Baghdadi.    

"Sehingga dia mengerjakan seperti itu," ucapnya.    

Baca juga: Orangtua Pelaku Pengeboman Kartasura Juga Diajak Ikut Dibaiat

Sementara itu, dikatakannya, dari hasil investasi terhadap kasus tersebut, pelaku yang menjadi korban yang ditemukan di pinggir jalan tersebut atas nama RA.    

"Dia pelaku tunggal, tidak memiliki jaringan. Hasil investigasi sudah selesai dan sudah terungkap," tuturnya.    

Ia mengatakan dari hasil pemantauan rekaman CCTV dan hasil investasi tim gegana Polri, ledakan yang terjadi tidak sempurna.    

"Dia (pelaku) sendiri sepertinya juga kaget, merakit juga tidak sempurna sehingga lukanya hanya di sekitar tempat dia menyimpan bom panci, di perut dan di tangan. Sejauh ini sudah dilakukan penahanan, kondisi makin baik karena lukanya tidak serius," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More