Selasa 04 Juni 2019, 13:35 WIB

Pos Polisi Kartasura Kembali Berfungsi Normal

Antara | Nusantara
Pos Polisi Kartasura Kembali Berfungsi Normal

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Seorang anggota kepolisian menjaga lokasi kejadian ledakan di Pos Pantau Arus Mudik Joglosemar, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4

 

POS Pantau Polres Sukoharjo di simpang Kartasura yang diteror bom pada Senin (3/6) malam kembali difungsikan kembali. Dari pantauan Selasa (4/6) siang, personel kepolisian yang bertugas di persimpangan titik temu kendaraan dari arah Semarang, Solo, dan Yogyakarta tersebut beraktivitas kembali seperti biasa.    

Tidak ada penambahan personel yang ditempatkan pascateror bom tersebut. Bekas lokasi peledakan di depan pos pantau tersebut hanya dibatas dengan traffic cone agar tidak dilintasi pejalan kaki maupun kendaraan bermotor.    

Baca juga: Pelaku Bom Kartasura Terpapar Paham ISIS

Komandan Jaga Pos Pantau Kartasura Ipda Kurniawan Triatmaja mengatakan personel bertugas kembali seperti biasa. "Simpang Kartasura ini penting karena merupakan titik temu kendaraan dari arah Semarang, Solo dan Yogyakarta. Kalau macet di sini bisa menyebabkan ketersendatan lalu lintas," tuturnya.    

Selain itu, kata dia, juga tidak ada penambahan personel yang berjaga di pos ini. Sementara instruksi dari pimpinan, kata dia, para personel yang bertugas dimjnta untuk selalu berhati-hati dan waspada. Adapun arus kendaraan yang melintas di simpang Kartasura tersebut, lanjut dia, masih terpantau lancar sejak pagi hingga siang hari.    

Sebelumnya, ledakan diduga bom bunuh diri mengguncang Pos Pantau Polres Sukaharjo di persimpangan Kartasura. Satu pelaku yang diduga pelaku pengeboman saat ini masih dirawat di rumah sakit.    

Terduga pelaku Rofik Asharudin saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Prof Awaludin Djamin atau RS Bhayangkara, Kota Semarang. (Ant/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More