Selasa 04 Juni 2019, 01:00 WIB

Militer Sudan Tembaki Demonstran, 9 Tewas

Militer Sudan Tembaki Demonstran, 9 Tewas

AFP
Demonstrasi di Sudan

 

SEMBILAN pengunjuk rasa ditembak mati pada Senin (3/6) ketika militer yang berkuasa di Sudan mencoba membubarkan demonstrasi di luar markas tentara di Khartoum, kata komite dokter yang dekat dengan demonstran.

Pasukan keamanan bersenjata berat dalam truk pick-up yang dipasang senapan mesin dikerahkan dalam jumlah besar di seluruh Ibu Kota, sedangkan pengunjuk rasa memasang barikade darurat dan menutup jalan-jalan.

Ada beberapa laporan militer menggunakan kekuatan represif untuk membubarkan aksi duduk di depan markas tentara, tempat para pemrotes telah berkemah selama berminggu-minggu.

"Sekarang sebuah upaya sedang dilakukan untuk membubarkan aksi duduk di markas besar angkatan bersenjata rakyat dengan paksa oleh dewan militer," kata Sudanese Professionals Association (SPA).

Duta Besar Inggris untuk Khartoum, Irfan Siddiq, mengatakan, ia telah mendengar tembakan keras dari kediamannya.

"Sangat prihatin dengan melaporkan bahwa pasukan keamanan Sudan menyerang tempat aksi protes duduk yang mengakibatkan korban. Tidak ada alasan untuk serangan semacam itu. Ini harus berhenti sekarang," tulisnya di Twitter.

Menurut SPA, itu merupakan pembantaian berdarah dan menyerukan Sudan untuk mengambil bagian dalam pembangkangan sipil total untuk menggulingkan dewan militer dan mengajak warga turun ke jalan untuk memprotes.

"Demonstran telah menutup Jalan 60, salah satu jalan utama di Ibu Kota dengan barikade batu dan membakar batang dan ban pohon," kata seorang wartawan AFP.

SPA mengatakan pada Sabtu bahwa ada rencana dewan militer merencanakan untuk mengakhiri aksi damai di markas dengan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan setelah tiga orang terbunuh dalam insiden di pinggiran kota di minggu lalu.

Negosiasi antara para pemimpin protes dan dewan militer yang berkuasa telah hancur karena kedua belah pihak telah gagal untuk menyetujui apakah badan transisi yang direncanakan akan dipimpin seorang sipil atau seorang tokoh militer. (AFP/Tes/I-1)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More