Selasa 04 Juni 2019, 00:40 WIB

Fasilitas Rudal Korut Hampir Selesai

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Fasilitas Rudal Korut Hampir Selesai

AFP
Fasilitas rudal bawah tanah Korea Utara

 

KOREA Utara hampir menyelesaikan pembangunan fasilitas bawah tanah di pabrik rudal berbahan bakar padat, wilayah Hamhung, Provinsi Hamgyong Selatan. Mereka kerap merakit juga menyimpan pesawat dan mesin rudal di sejumlah fasilitas bawah tanah, untuk menghindari pengawasan Korea Selatan maupun Amerika Serikat (AS).

"Kami mendeteksi pembangunan fasilitas bawah tanah berskala besar telah rampung. Itu merupakan perluasan fasilitas sebelumnya, di luar perimeter pabrik rudal Hamhung," ujar seorang juru bicara militer.

Dalam beberapa tahun terakhir, pabrik Hamhung terus berkembang. Pada Juli 2018, fasilitas pabrik menjadi sorotan dalam pembicaraan denuklirisasi antara Korut dan AS. Sejumlah gambar dari Google Earth menunjukkan tahapan proses konstruksi fasilitas bawah tanah.

Dari gambar Juli 2018 terlihat bahan bangunan dan lumpur menumpuk dekat pintu masuk yang disinyalir menjadi jalan akses. Akan tetapi, gambar pada Februari 2019 menunjukkan area tersebut telah dibersihkan serta beberapa bagian dilapisi beton.

Pabrik Hamhung menjadi basis produksi rudal berbahan bakar padat terbesar di Korut. Rudal berbahan bakar padat lebih berbahaya jika dibandingkan dengan rudal berbahan bakar cair. Rudal jenis tersebut hanya membutuhkan sedikit waktu untuk bahan bakar sehingga memungkinkan peluncuran dadakan.

 

Rudal berbahan bakar padat

Belum lama ini, Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik kelas Iskander jarak pendek dan Pukguksong-1 yang merupakan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam. Rudal tersebut disinyalir memiliki mesin berbahan bakar padat.

"Rudal berbahan bakar padat lebih menarik bagi Korea Utara daripada rudal berbahan bakar cair karena lebih mudah ditangani dan lebih efektif dalam operasi," jelas Shin Jong-woo dari Forum Pertahanan dan Keamanan Korea.

"Korea Utara membutuhkan fasilitas bawah tanah yang sangat besar, untuk produksi massal rudal berbahan bakar padat. Mereka menghindari pengawasan," imbuhnya.

Setidaknya dibutuhkan waktu 30-40 menit untuk menyuntikkan bahan bakar ke rudal Scud atau Rodong berbahan bakar cair. Sistem pertahanan Korsel mampu melumpuhkan rudal jenis tersebut dalam waktu 30 menit setelah terdeteksi. Akan tetapi, sistem rudal berbahan bakar padat hanya membutukan waktu 5-10 menit.

Pesawat pengebom F-15K atau jet tempur siluman F-35 dapat menyerang rudal jenis tersebut sebelum diluncurkan. Namun, posisi pesawat harus cukup dekat dengan target.

Sementara itu, para petinggi pertahanan Korsel dan AS mengadakan pembicaraan di Seoul, Korsel, Senin (3/6). Pertemuan membahas denuklirisasi Korut dan persoalan aliansi yang tertunda.

Menhan Korsel Jeong Kyeong-doo dan Menhan AS Patrick Shanahan, hadir dalam pertemuan bilateral kedua. Adapun pertemuan pertama berlangsung di Washington, April lalu. Sehari sebelumnya, pejabat tinggi kedua negara mengadakan pembicaraan trilateral dengan Menhan Jepang, Takeshi Iwaya.

Agenda pertemuan diharapkan mencakup kerja sama untuk mendorong Korut kembali ke perundingan nuklir berikut rencana menggelar latihan gabungan musim panas, kemampuan Seoul akan diuji untuk mengambil kendali operasional masa perang (OPCON) dari Washington.(Chosunilbo/Yonhap/I-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More