Senin 03 Juni 2019, 07:40 WIB

Diplomasi Surat-Menyurat Nabi

Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta | Renungan Ramadan
Diplomasi Surat-Menyurat Nabi

SENO
Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta

MESKIPUN Nabi sering disebut buta huruf, surat-surat Nabi yang dituliskan sekretaris pribadinya, Zaid ibn Tsabit, sangat mengesankan para rival Nabi saat itu.

Salah satu bagian diplomasi yang sering dilakukan Nabi ialah kedekatan pribadi Nabi yang tidak pernah membosankan, bukan hanya para sahabatnya, melainkan juga orang lain yang baru dikenalnya pun demikian juga adanya. Ia seperti tidak pernah bosan berkomunikasi dengan umatnya. Ditolak dengan satu cara, ditempuh lagi cara-cara lain sehingga mengundang empati umatnya.

Meskipun Nabi tidak bisa membaca dan menulis, tetapi dia amat cerdas memilih Zaid ibn Tsabit sebagai sekretaris pribadi yang terkenal sebagai ahli bahasa asing dunia saat itu. Seluruh gagasan Nabi dituliskan Zaid, lalu dikirim ke pusat-pusat kerajaan strategis pada saat itu.

Nabi juga mengirim diplomat-diplomat ulungnya untuk mengantarkan langsung surat itu sehingga hasilnya sangat luar biasa. Pengalaman Nabi ini menjadi pelajaran berharga untuk kita, apalagi dalam era multimedia saat ini.

Di antara surat-surat tersebut ialah surat Nabi Muhammad kepada Raja Muqauqis sebagai berikut: "Dengan nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya kepada Muqauqis raja Qibthi. Keselamatan semoga tercurah kepada orang yang mengiktui petunjuk-Nya. Amma ba'du: Aku mengajakmu dengan ajakan kedamaian. Masuklah Islam maka engkau akan selamat. Masuklah Islam maka engkau akan diberikan Allah pahala dua kali. Jika engkau menolak maka atasmu dosa penduduk Qibthi."

Sebagai apresiasi terhadap surat simpati Nabi, Raja Muqauqis menghadi ahi empat budak perempuan, di antaranya Mariya binti Syam'un al-Qithiyyah al-Mishriyyah, seekor kuda (baghal) bernama Afir, seekor keledai bernama Duldu, 20 helai kain sutra Mesir, dan beberapa hadiah lainnya.

Maria Al-Qibtiyyah kemudian diperistrikan oleh Nabi yang melahirkan Ibrahim putra tunggal laki-laki Nabi Muhammad yang wafat ketika masih kecil.

Raja lain yang mendapatkan surat cinta Nabi ialah Kaisar Heraklius, yang isinya sebagai berikut: "Sesungguhnya aku menyerumu dengan seruan Islam, maka masuklah ke dalam agama Islam maka engkau akan selamat, dan niscaya Allah akan membalasmu dengan ganjaran dua kali lipat. Jika engkau berpaling, maka sesungguhnya bagimu dosa seluruh pengikutmu."

Surat lainnya ke Raja Najasyi, penguasa Habasyah (Ethiopia), yang diantar langsung oleh Amr bin Umayyah bersama Ja'far bin Abu Thalib bersama teman-temannya. Surat Nabi berisi: "Bismillahirrahmanirrahim, dari Muhammad Rasulullah. Yang mulia Raja Najasyi, aku menyanjungmu, Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, dan Mahamemelihara. Aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah Roh Allah dan Kalimat-Nya yang ditiupkan kepada Maryam, wanita yang suci (perawan) lagi baik, yang kemudian mengandung Isa. Aku mengajak engkau untuk mengikuti dan mengimani ajaran yang aku bawa. Karena aku adalah utusan Allah. Bersama dengan ini, aku telah mengutus keponakanku Ja'far beserta sekelompok kaum muslimin untuk menghadapmu. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya."

Salah satu surat Nabi juga ditujukan kepada Raja Gassan, Jabalah bin Aiham, yang intinya mengajak keluarga kerajaan masuk Islam. Akhirnya, kesan simpatik yang tertuang di dalam surat Nabi yang didukung keramahan sang pembawa surat, Raja Gassan bersama keluarganya pun menyatakan diri masuk Islam.

Nabi juga mengirim surat kepada Raja Thaif itu melalui sahabat Nabi, Jarir bin Abdillah, yang disampaikan langsung kepada Raja Thaif. Surat ini merupakan surat terakhir Nabi karena belum kembali Jarir dari Thaif Nabi sudah wafat.

Ia sebenarnya sudah lama mendengarkan tentang Islam dan setelah membaca surat Nabi Muhammad SAW yang berisi ajakan untuk memeluk agama Islam, ia sudah menyatakan diri tertarik untuk masuk Islam.

Namun, nanti pada masa Umar bin Khattab, dia secara resmi menyatakan diri masuk Islam bersama 80 pejabatnya. Inilah bagian dari keutamaan akhlak Nabi yang membuat orang lain berubah.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 16 Sep 2019 / 11 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:19 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More