Minggu 02 Juni 2019, 13:39 WIB

Industri Manufaktur Indonesia Semakin Menggeliat

Nur Aivanni | Ekonomi
Industri Manufaktur Indonesia Semakin Menggeliat

Antara
Industri manufaktur Indonesia semakin menggelliat dan banyak perusahaan terus melakukan ekspansi ke luar negeri.

 

MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto optimistis kinerja industri manufaktur di Indonesia semakin menggeliat. Ia melihat para pelaku industri manufaktur masih tetap optimistis untuk melakukan ekspansi atau menambah investasinya.

"Hal itu didukung dengan kondisi politik, ekonomi dan keamanan di Indonesia yang stabil dan kondusif terutama paska pemilu kemarin," kata Airlangga melalui keterangan resminya, Minggu (2/6).

Sebagai informasi, data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis Nikkei menunjukkan bahwa PMI manufaktur Indonesia pada Mei 2019 sebesar 51,6 atau naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada posisi 50,4. Poin PMI di atas angka 50 menandakan bahwa sektor manufaktur tengah ekspansif. Capaian bulan Mei 2019 tersebut merupakan tertinggi sejak Agustus 2018. Itu memperlihatkan bahwa kepercayaan diri pelaku manufaktur Indonesia terus melonjak. Perusahaan juga menaikkan jumlah tenaga kerja dan menaikkan aktivitas pembelian. Maka itu, Airlangga pun meyakini bahwa kinerja industri manufaktur akan semakin berkembang pesat.

"Apalagi adanya infrastruktur transportasi yang semakin meningkat pesat dengan konektivitas wilayah timur dan barat Jawa. Serta beberapa wilayah yang menjadi feeder dan hub di Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa salah satu sektor manufaktur yang semakin agresif berinvestasi di Indonesia adalah industri elektronika. Misalnya, kata dia, perusahaan elektronika asal Taiwan, Pegatron menggandeng industri elektronika nasional di Batam untuk memproduksi komponen dan perlengkapan wifi yang telah diekspor ke Amerika Serikat.

"Mereka akan menaikkan jumlah produksinya dan memproduksi produk elektronika lainnya dalam kapasitas kerja sama dengan Satnusa. Selain itu, mereka juga sedang mencari lokasi baru investasi. Selain di Batam, mereka juga mempertimbangkan Jawa Timur," terangnya.

Selain itu, Airlangga juga mengutarakan bahwa ada beberapa industri asal Tiongkok yang akan merelokasi pabriknya ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang menjadi tujuan utamanya.

"Ada perusahaan tekstil, garmen dan alas kaki yang sedang melihat lokasi baru di Indonesia. Selain itu juga industri kimia dan biokimia serta industri otomotif," tuturnya.

Menanggapi data survei PMI Manufaktur Indonesia pada Mei 2019, Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia pada bulan Mei menjadi momentum mengumpulkan semangat optimisme menuju triwulan kedua tahun ini.

baca juga: ASDP Kupang Tutup Sementara 8 Rute Pelayaran

"Kondisi permintaan yang semakin kuat mendorong perusahaan akan terus meningkatkan produksi pada bulan-bulan mendatang," katanya.

Kenaikan yang berlanjut tersebut, menurut Bernard, juga akan meningkatkan kepercayaan diri di antara pelaku industri manufaktur di Indonesia.

"Kami melihat, indeks output masa depan, tolok ukur ekspektasi bisnis, melonjak ke posisi tertinggi selama lebih dari dua tahun, menjadi kenaikan bulanan tertinggi (15,6 poin) tercatat dalam riwayat survei," tandasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More