Pemudik Diimbau Bijak Manfaatkan Rest Area Tol

Penulis: mediaindonesia.com Pada: Sabtu, 01 Jun 2019, 21:35 WIB Advertorial
Pemudik Diimbau Bijak Manfaatkan Rest Area Tol

Dok Ditjen Bina Marga
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto

PEMUDIK yang melintasi jalan tol dapat memanfaatkan rest area untuk beristirahat sejenak, beribadah, mengisi bahan bakar kendaraan, maupun aktivitas lainnya. Terdapat 75 rest area disepanjang jalan tol Trans Jawa mulai dari Merak, Banten, hingga Probolinggo, Jawa Timur (Jatim).

"Sepanjang 964 Km semua rest area bisa difungsikan. Rumusnya mudah saja untuk diingat masyarakat yaitu 2-3-5. Setiap 20 Km ada rest area tipe C, setiap 30 Km ada rest area tipe B, dan setiap 50 Km apa bedanya? Secara fungsi sama, yang membedakan hanya tambahan fasilitas," ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto.

Sugiyartanto mengatakan, untuk tipe A dilengkapi dengan SPBU sedangkan tipe B dan tipe C tidak ada.

Hal lain yang membedakan adalah luasan dari rest area tersebut, untuk tipe A minimal luasan areanya adalah 6 hektare (Ha), sementara untuk tipe B dan tipe C masing-masing adalah 4 Ha dan 2,5 Ha. Selain fungsinya untuk memberikan pelayanan kepada para pengguna jalan tol, rest area juga diharapkan dapat menggerakan perekonomian masyarakat setempat.

"Sekitar 70% kios atau warung ditujukan untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lokal. Misalnya untuk usaha kuliner atau produk-produk lainnya. Rest area juga sebagai tempat promosi hasil produksi masyarakat setempat," sambungnya.

Di tengah meningkatnya animo masyarakat untuk memilih jalan tol Trans Jawa sebagai jalur favorit mudik lebaran tahun ini, Dirjen Bina Marga mengimbau dua hal kepada pemudik yang memanfaatkan rest area pada musim mudik kali ini.

Pertama adalah jangan terlalu lama di rest area dan tidak memaksakan diri masuk ke dalam rest area bila kapasitas sudah terisi penuh.

"Dalam memanfaatkan rest area cukup setengah jam hingga 1 jam agar bisa bergantian dengan yang lain. Lalu juga kalau bisa jangan semua ingin masuknya di rest area yang ada di ruas tol Cikampek. kalau sudah penuh bisa ke rest area setelahnya. Misalnya yang di ruas Palimanan dan seterusnya," sebut Sugiyartanto.

Selain aspek rest area, sejumlah hal juga mendapat perhatian dari pemerintah, seperti penerapan Gerbang Tol (GT) dengan sistem klaster dan transaksi nontunai pada GT diharapkan membantu mempercepat perjalanan mudik masyarakat.

Untuk hal keselamatan pengendara, jalan tol juga turut dilengkapi penerangan jalan pada beberapa spot serta marka, reflektor, dan rambu lalu lintas.

Kondisi jalan tol makin optimal karena pemerintah setiap enam bulan sekali melakukan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari seluruh ruas tol.

Baca juga: Menteri PUPR dan Komisi V DPR Cek Tol Pandaan-Malang

Sugiyartanto juga mengingatkan kepada pemudik yang akan melewati jalan tol untuk mengisi saldo uang elektronik dengan jumlah yang disesuaikan dengan tujuan daerahnya masing-masing.

"Misalnya memang akan mudik dari ujung di Merak hingga ke Probolinggo, kan tarifnya tidak sampai Rp1 juta. Namun baiknya misalnya e-toll sudah diisi Rp2 juta. jadi kartunya sudah siap digunakan untuk pergi dan pulangnya," sambungnya. (RO/X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More