Minggu 02 Juni 2019, 01:00 WIB

Risnasari Rosman Berbagi Kebahagiaan dengan Sedekah Mainan

(Gas/M-4) | Weekend
Risnasari Rosman Berbagi Kebahagiaan dengan Sedekah Mainan

MI/SUMARYANTO BRONTO
Risnasari Rosman

BENTUK donasi unik lainnya ialah sedekah mainan. Gerakan yang digagas Risnasari Rosman mengajak orang-orang untuk bersedekah dengan memberikan sumbangan dalam bentuk mainan bekas yang masih layak pakai. Sejak Desember 2016 silam, Risna memulai gerakan itu setelah sebelumnya mengajar anak-anak jalanan dengan boneka dongeng. Dia sering melihat anak-anak sangat antusias dan berebut untuk memainkannya.

Anak-anak jalanan itu tidak punya mainan karena tak memiliki biaya. Risna pun mulai menyedekahkan mainan pribadinya untuk anak-anak di panti asuhan, taman bacaan, dan taman bermain anak. Kemudian Risna juga mengajak teman-teman dan orang-orang yang mau menyumbangkan mainan bekasnya untuk disedekahkan kepada anak-anak di seluruh Indonesia yang membutuhkan.

“Awalnya saya unggah di media sosial dan ternyata orang-orang banyak yang tertarik untuk mengirimkan mainannya. Nah, dari situlah saya tampung mainan dari mereka untuk dibagikan ke anak-anak,” tutur Risna.

Upaya Risna itu pun kemudian mematahkan anggapan bahwa sedekah harus pakai uang. Apa pun yang membuat orang lain bahagia ialah sedekah bagi Risna. Sejak dua tahun berjalan, Risna bersama suami dan relawan lainnya kemudian menyalurkan mainan kepada anak-anak di berbagai daerah, mulai Jabodetabek, Samosir, Larantuka, Kalimantan, hingga Papua.

Tidak hanya membagikan mainan, Risna bersama relawan juga mengajak anak-anak yang didatanginya untuk bermain dan belajar bersama. Mainan dipakai sebagai sarana berkreasi dan mengasah kreativitas. Kisah seperti dongeng dan legenda turut dipakai menjadi media belajar agar anak-anak semakin piawai dalam belajar seiring dengan tumbuh kembangnya.

Selain itu, Risna juga kerap mengajak para donatur untuk turut berpartisipasi dalam gerakannya. Mereka diajak berkunjung ke lokasi pembagian mainan dan dari kegiatan itu diharapkan para orangtua maupun anaknya sadar bahwa mainan berlebih yang dimilikinya dapat berguna bagi anak-anak lainnya. Dewasa ini, Risna sudah membagikan lebih dari 200 kilogram kepada anak-anak.

“Kami juga mengirim mainan ke anak-anak korban bencana alam, dan untuk pendonasi mainannya boleh apa saja, hanya kami sarankan kalau misal mau memberi boneka bisa dicuci dahulu agar bersih, dan terlebih kondisinya juga masih bagus agar layak untuk disumbangkan,” katanya.

Risna pernah punya pengalaman yang tak terlupakan. Ia pernah berbagi mainan di rumah sakit, khusus anak penderita kanker. “Waktu itu malam takbiran. Maksud kedatangan kami, tidak hanya memberi hiburan kepada anak-anak, tapi juga memberikan penguatan bagi orangtua yang menemani mereka,” tutur Risna. (Gas/M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More