Sabtu 01 Juni 2019, 17:25 WIB

Ani Yudhoyono yang tak Lelah Berjuang Melawan Kanker

Akmal Fauzi | Humaniora
Ani Yudhoyono yang tak Lelah Berjuang Melawan Kanker

ANTARA FOTO/Naim
Putra Ibu Negara 2004-2014 Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan Edhie Baskoro Yudhoyono memanggul keranda jenazah Ibunda

 

"ALHAMDULILLAH setelah tiga bulan tidak menghirup udara segar, hari ini saya diperkenankan dokter keluar ruangan untuk melihat hijaunya daun, birunya langit, dan segarnya udara walau hanya 1-2 jam. Terima kasih ya Allah.... Semoga kesehatanku semakin pulih. Mohon doa teman-teman semua."

Demikian pesan dalam salah satu unggahan di akun Instagram Ani Yudhoyono, @aniyudhoyono pada 16 Mei 2019 lalu. Dalam unggahan foto yang dibagikan itu, Ani mengenakan kursi roda berkeliling di sekitar National University Hospital (NUH) Singapura, tempat dia dirawat. Dia ditemani oleh suami Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tampak juga menantunya, Annisa Pohan.

Terlihat kebahagiaan Ani yang bisa keluar ruangan, sekadar menikmati udara segar setelah melalui beragam terapi penyembuhan selama perawatan. Di salah satu foto, tampak raut wajah bahagia Ani Yudhoyono sambil mengangkat kedua tangannya ke kiri dan kanan.

Foto-foto itu jadi unggahan terakhir di akun Instagram miliknya. Mantan ibu negara wafat pada, Sabtu (1/6). Istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia itu telah empat bulan lamanya berjuang melawan penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya.

"Saat sedang sakit, badan kita sering menolak makanan. Namun, tubuh membutuhkan asupan gizi yang besar agar kita bisa menang melawan sel-sel jahat kanker. Berkat support dari suami tercinta, makanan pun bisa dikonsumsi,” tulis Ani dalam salah satu unggahannya di instagram 11 Maret 2019.

Sebuah cerita yang dibagikan bagaimana dia harus berjuang melawan penyakitnya itu. Perempuan bernama lengkap Kristiani Herawati itu terus didukung dan dikuatkan suami, seperti yang terlihat dalam foto diunggahan foto tersebut.

Ani Yudhoyono dirawat di Singapura sejak 2 Februari 2019 silam. Dia divonis mengidap blood cancer atau kanker darah. Ani bukan orang yang cengeng. Dia menjalani pengobatan dengan optimistis bahwa dia mampu melawan penyakit ini.

Hal yang membuatnya bertambah kuat adalah dukungan luar biasa dari seluruh keluarga. Sepanjang menjalani pengobatan, sang suami tak pernah pergi dari sisinya.

Begitu pun anak-anak, menantu, dan cucu yang setia mendampingi secara bergantian. Ia punya panggilan khusus untuk para menantunya, Annisa Pohan dan Siti Ruby Aliya Rajasa, yaitu suster.


Baca juga: Bantu Pekerja Mudik, Panasonic Kembali Gelar Program Mudik Nyaman


"Suster @annisayudhoyono sudah datang, sempat berjemur matahari sebentar. Aku syukuri nikmat Allah yang ada, detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari... #Alhamdulillah," tulis @aniyudhoyono.

Doa dan dukungan bukan datang dari keluarga. Rekan dan sahabat di tanah air mendukung kesembuhan Ani baik yang melalui akun instagram maupun langsung menjenguk ke rumah sakit. Ani selalu mengunggah dukungan itu di akun instagram miliknya.

"Kiriman souvenir dari masyarakat, membuat saya tambah bersemangat, April 2019," tulis Ani disertai unggahan bingkai foto dirinya disertai tanda tangan dan doa untuk kesembuhan penyakitnya.

Kondisi kesehatan Ani Yudhoyono kembali menurun pada Rabu (29/05) lalu. Hal itu diungkapkan Agus Harimurti Yudhoyono mewakili pihak keluarga. Ibu Ani harus dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU), di NUH Singapura.

Tindakan itu diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi penurunan kesehatan Ibu Ani yang masih belum stabil. Ibu Ani memerlukan penanganan ekstra.

Dua hari berselang, Jumat (31/5), Ibu Ani dikabarkan sempat tidak sadarkan diri.

Setelah menjalani perawatan selama empat bulan terakhir, Ani Yudhoyono menghembuskan nafas terakhir dalam perjuangan melawan penyakit kanker darah yang dideritanya, Sabtu (1/6).

Selamat Jalan Ibu Ani Yudhoyono. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More