Hari Pembalasan yang Dijanjikan

Penulis: Quraish Shihab Pada: Sabtu, 01 Jun 2019, 05:30 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Hari Pembalasan yang Dijanjikan

MI/Seno
Quraish Shihab

SURAH Az Zariyat menekankan kuasa Tuhan dalam mengatur alam raya hingga rezeki manusia. Empat ayat pertama berbicara tentang sifat-sifat tertentu, tetapi tidak dijelaskan detail.

"Yang menerbangkan dengan sekuat-kuatnya yang mengandung sesuatu yang berat yang berlari yang berjalan dengan cepat tapi dengan mudah. Yang membagi-bagi persoalan.

" Apa maksud ayat-ayat ini? Tidak dijelaskan. Tapi ada yang mengartikan bahwa ini berurutan karena ada kata "lalu". Angin membawa awan ini setelah berjalan sedemikian lama dia menghimpun butir-butir air yang ada di dalam awan sehingga dia berjalan dengan berat.

Dia masih berjalan dengan mudah dan cepat sehingga pada akhirnya dia turun membagikan hujan itu ke bumi. Betapa pun dalam konteks awan banyak yang kita (manusia) tidak tahu atau paling tidak kita tidak melihat. Dalam konteks kiamat dan kebangkitan banyak yang kita tidak lihat.

Jadi, Allah bersumpah demi kuasanya mengatur ini sampai bisa menghidupkan kembali dan menghimpun. "Apa yang dijanjikan kepada kamu pasti terbukti. Sesungguhnya (hari) pembalasan itu pasti akan terjadi," demikian bunyi ayat ke-6.

Di sini ada kata 'Dien' yang artinya agama. Sebenarnya tidak selalu berarti agama. 'Dien' berarti pembalasan. Jika kita analisa dari segi bahasa 'Dien' semua kata yang terdiri dari huruf-huruf ini mengandung hubungan antara dua pihak yang satu lebih tinggi kedudukannya dari yang lain. Kita lihat pembalasan.

Jika saya berkata agama harus ada hubungan sebagai yang Anda percayakan sebagai Tuhan dan anda yang mempertuhannya. Kalau begitu agama harus ada hubungan. Kalau ada tidak ada hubungan dengan Tuhan, Anda tidak memiliki agama.

Dalam konteks Tuhan ini, kita percaya bahwa dia Maha Baik dan Adil. Bentuk keadilan-Nya adalah balasan.  Di sini Allah menggambarkan sekelumit dari kuasanya segala apa yang di atas manusia.

"Demi langit dan apa yang di atas Anda yang memiliki jalan-jalan." Itu bunyi ayat 7. Apa yang dimatsud jalan-jalan? Salah satu maknanya di atas bumi ada planet dan bintang dia beredar di garis edar.

Dan garis edar itu adalah jalan-jalannya sehingga dia tidak tabrakan. Itu makna pertama, ada lagi yang memaknainya sebagai sulaman yang indah. Bintang-bintang diibaratkan sulaman yang indah itu semua ada yang mengatur dan menciptakan.

Selanjutnya, pada ayat 10-11 dikatakan, "Terkutuklah orang yang mengira-ngira. Mereka itu berada atau tenggelam dalam air sehingga pada akhirnya dia hanyut karena lalai."
Ini maksudnya dalam konteks Hari Kemudian (Pembalasan).

Orang yang mengira-ngira tanpa dasar hal-hal yang sudah jelas diibaratkan berada dalam air kakinya tidak sampai ke dasar air, lengah pada akhirnya akan tenggelam.
Selanjutnya pada ayat 12, mereka bertanya kapan hari pembalasan? Pertanyaan ini bukan berarti ingin memperoleh informasi tapi mengejek.

Dalam islam jawabannya sudah ada tidak ada yang mengetahui kapan datangnya kiamat. Ada sahabat Nabi bertanya kapan kiamat? Nabi kembali bertanya apa yang kamu siapkan untuk itu. Jangan ditanyakan karena Hari Pembalasan pasti datang. Jika saya katakan ayat-ayat ini ditujukan kepada orang-orang kafir.

Kalian rancu dalam memahami dan sikap kalian menyangkut Alquran. Sekali mengatakan sihir, sekali lain mengatakan bohong. Kalian rancu.

"Sesungguhnya kebangkitan dan lainnya yang telah dijanjikan kepada kalian adalah benar-benar terjadi. Demikian pula balasan atas semua perbuatan kalian pasti akan terjadi." Begitulah penegasan Allah pada ayat 23 Surah Az Zariyat. (Sru/H-3)

 

 

 

 

 

 

 

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 25 Jun 2019 / 20 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:26 WIB
Subuh : 04:36 WIB
Terbit : 05:52 WIB
Dhuha : 06:21 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 19:00 WIB

PERNIK

Read More