Kamis 30 Mei 2019, 06:00 WIB

BP Batam Manfaatkan Blockchain untuk Integrasi Logistik

Eko Nordiansyah | Ekonomi
BP Batam Manfaatkan Blockchain untuk Integrasi Logistik

AFP
Ilustrasi

 

Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama proyek percontohan Indonesia blockchain logistics bersama PLMP Fintech LTD dan PT Central Distribusi Batam. Kerja sama ini akan memberi inovasi untuk meningkatkan daya saing di Batam.
 
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala BP Batam Edy Putra Irawady dengan Wakil Direktur PLMP Fintech PTE.LTD Kym Kee, Komisaris PT Central Distribusi Batam Agus Riyanto, dan Direktur Utama PT Sarinah Ngurah Yasa di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
 
"Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk wujud prioritas dan komitmen BP Batam untuk 2020 dengan mengintegrasikan kegiatan logistik dan komoditas. Nah, kami menghadirkan teknologi Blockchain yang disebut sebagai Smart Contract," kata Edy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.


Teknologi Smart Contract nantinya akan menggunakan layanan data center dari Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam. Namun ada tantangan penerapan pemerataan implementasi teknologi di Batam dan kesesuaian bentuk bisnis yang dipersiapkan untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
 
"Kita sudah memiliki fasilitasnya dan perbaiki infrastrukturnya, jadi sesegera mungkin bisa terlaksana. Walau ini dirancang dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kita jalan dulu. Implementasinya saya harapkan maksimal tiga bulan setelah penandatanganan perjanjian kerja sama," ungkapnya.
 
Teknologi blockchain merupakan platform desentralisasi, di mana transaksi dapat terekam dan terintegrasi secara digital. Jika metode konvensional biasanya akan menimbulkan masalah kepercayaan (trust issue), dengan menggunakan jaringan Peer-to-Peer yang blockchain hal tersebut dapat teratasi.
 
"Jadi akan lebih susah untuk men-hack sistem ratusan bahkan ribuan komputer. Sedangkan smart contract adalah kontrak kripton yang mengizinkan penggunanya untuk mentransfer aset secara digital, baik mengontrol transfer mata uang digital atau aset antar pihak dalam kondisi tertentu," kata Kym.
 
BP Batam sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan dClinic International guna mengembangkan sistem blockchain kesehatan publik pertama di Indonesia. Edy berharap layanan blockchain logistik menjadi terobosan karena logistik adalah kunci dari perekonomian nasional.(medcom/OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More