Satelit Starlink Bisa Jadi Kendala untuk Ahli Astronomi

Penulis: Ellavie Ichlasa Amalia Pada: Rabu, 29 Mei 2019, 19:00 WIB Teknologi
Satelit Starlink Bisa Jadi Kendala untuk Ahli Astronomi

AFP
Roket SpaceX Falcon 9 dengan 60 satelit Starlink lepas dari Space Launch Complex 40 (SLC-40)

PEKAN lalu, SpaceX meluncurkan 60 satelit yang merupakan gelombang pertama dari proyek Starlink. Masing-masing satelit itu dilengkapi dengan panel surya, yang menangkap dan memantulkan cahaya matahari, memungkinkan satelit dilihat dari permukaan Bumi, sesekali.
 
Nantinya, puluhan satelit Starlink akan terpisah dan menempatkan diri di orbit tertentu untuk memancarkan jaringan internet. Dengan begitu, diharapkan, semua orang di Bumi dapat mengakses internet.
 
Namun, ini menyebabkan masalah bagi para ahli astronomi. Saat ini, hanya ada 60 satelit dalam program Starlink. Namun, pada akhirnya, SpaceX berencana untuk meluncurkan hingga 12 ribu satelit. Dalam waktu singkat, pemandangan langit akan berubah total, lapor CNET.

"Biasanya, perubahan keadaan di langit terjadi secara perlahan dan tiba-tiba, perubahan itu menjadi sangat cepat," kata ahli luar angkasa di Flinders University, Australia, Alice Gorman. "Karena satelitnya sangat terlihat, keberadaan Starlink memunculkan pertanyaan: siapa yang berhak menggunakan orbit Bumi dan untuk apa?"
 
Keberadaan program Starlink akan membuat jumlah satelit yang mengorbit di sekitar Bumi meningkat hingga tiga kali lipat dari yang ada sekarang. Jika ribuan satelit ada di orbit Bumi, ini akan membuat pemandangan langit berubah. Apakah itu berarti kita tak lagi bisa mengamati Bumi dari permukaan?

Baca juga: 60 Satelit Starlink Diterbangkan ke Orbit Bumi
 
Untungnya, SpaceX mendesain satelit Starlink agar ia jatuh ke Bumi setelah beroperasi selama lima tahun. Itu artinya, kita akan tetap bisa mengamati luar angkasa dari Bumi.
 
"Satelit-satelit itu dibuat untuk masuk kembali ke orbit pada akhir hidup mereka dan membakar diri agar tidak menjadi sampah," kata Gorman. Namun, ada kemungkinan, di masa depan, tren pengiriman satelit akan mengubah cara ahli astronomi bekerja.
 
Saat ini, ahli astronomi sudah harus mempertimbangkan keberadaan robot dan satelit luar angkasa yang ada di orbit Bumi ketika mereka menggunakan teleskop untuk mengamati bintang. Permukaan satelit yang memantulkan cahaya bisa menyebabkan masalah bagi para ahli astronomi karena itu bisa menutupi pandangan ketika mereka hendak mengamati luar angkasa.
 
Semakin banyak satelit yang ada di orbit, semakin samar pemandangan yang bisa ditangkap para ahli astronomi. Saat sinar matahari terpantul di permukaan panel surya satelit, para ahli astronomi harus memperhitungkan keberadaan satelit di gambar luar angkasa yang mereka tangkap.
 
Terkait hal ini, SpaceX tidak berkomentar. (Medcom/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More