SDM Jadi Tantangan Transformasi Digital di Indonesia

Penulis: Atalya Puspa Pada: Rabu, 29 Mei 2019, 17:15 WIB Ekonomi
SDM Jadi Tantangan Transformasi Digital di Indonesia

Dok. Telkomtelstra
Presiden Direktur Telkomtelstra Erik Meijer

PEMIMPIN bisnis di Indonesia memandang kemajuan dan kemampuan transformasi digital dalam organisasi mereka menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini berdasarkan penelitian bertajuk Disruptive Decision Making yang diprakarsai oleh Telstra, salah satu perusahaan induk dari telkomtelstra.

Namun begitu, optimisme itu masih menyisakan tantangan terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) pendukung teknologi transformasi digital.

Presiden Direktur Telkomtelstra Erik Meijer mengatakan ada peluang dan tantangan dalam optimisme menyikapi transformasi digital di Indonesia.

Ketika pesatnya perkembangan digital berakselerasi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, cara perusahaan Indonesia bertindak menjadi sangat penting bagi masa depan.

“Transformasi digital merupakan suatu keharusan. Karena itu, diskusi telah bergeser dari mengapa digitalisasi itu penting, ke bagaimana hal itu bisa dilaksanakan dengan sukses," kata Erik dalam keterangan tertulis, Rabu (29/5).

Baca juga: Pemerintah Gandeng Lembaga Dunia untuk Tingkatkan SDM Lokal

Dalam penelitian tersebut, Telstra mensurvei 3.810 pengambil keputusan senior dari 12 industri di 14 pasar seluruh dunia, termasuk 350 di antaranya dari Indonesia. Survei tersebut mengenai kekuatan dan kelemahan di sekitar inisiatif dan pengambilan keputusan transformasi digital.

Hasil penelitian mengungkapkan tingkat kepercayaan tinggi dari pemimpin bisnis di Indonesia dalam kemajuan transformasi digital yang telah dicapai, dengan responden survei menempatkan Indonesia di urutan ketiga secara global.

Lebih dari seperempat (26%) pemimpin bisnis di Indonesia menggambarkan perusahaan mereka sangat matang secara digital, dibandingkan dengan rata-rata 21% secara global.

Sekitar 27% pemimpin bisnis di Indonesia juga mengemukakan organisasi mereka telah membuat keputusan transformasi digital sangat baik, di atas rata-rata global yakni 23%.

Selain itu, tingginya optimisme dan harapan para pemimpin bisnis di Indonesia tercermin dalam penelitian Telstra. Lebih dari sepertiga (33%) perusahaan lokal di Indonesia telah menginvestasikan lebih dari US$500.000 dalam produk dan layanan transformasi digital selama setahun terakhir.

Sementara satu dari 10 (8%) perusahaan Indonesia menghabiskan investasi lebih dari US$5 juta.

Optimisme para pemimpin bisnis di Indonesia juga tercermin dari ekspektasi peningkatan investasi transformasi digital ke depan.

Penelitian Telstra menemukan empat dari sepuluh (40%) perusahaan di Indonesia mengharapkan total pengeluaran perusahaan untuk transformasi digital meningkat lebih dari 10% dalam tiga tahun ke depan, di atas level global (32%).

Walaupun demikian, berdasarkan penelitian tersebut, para pemimpin bisnis di Indonesia belum mendapatkan hasil atau kesuksesan yang ingin dicapai dari investasi transformasi digital yang telah dilakukan.

"Transformasi digital dimungkinkan oleh teknologi, tetapi harus dipimpin oleh SDM andal. Namun laporan penelitian kami menunjukkan karyawan di Indonesia tidak diberi perhatian yang cukup,” tutur Erik.

Dengan begitu, dirinya menilai transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi yang tepat, namun dibutuhkan adanya dukungan budaya yang tepat, orang yang tepat, dan proses yang tepat.

Transformasi digital yang sukses harus merupakan perjalanan keseluruhan perusahaan yang melibatkan karyawan, meningkatkan keterampilan internal, mengadaptasi struktur dan cara kerja terbaik, serta menciptakan tim yang dapat memaksimalkan teknologi baru.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More