Rabu 29 Mei 2019, 17:00 WIB

Polda Jateng Tetapkan 25 Pesilat Wonogiri Tersangka Pengeroyokan

Widjajadi | Nusantara
Polda Jateng Tetapkan 25 Pesilat Wonogiri Tersangka Pengeroyokan

MI/Widjajadi
25 pesilat Wonogiri ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan, perusakan dan upaya melawan petugas

 

KABID Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmadja menyampaikan penetapan 25 pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai tersangka kasus kerusuhan yang berbuntut pada pengeroyokan Kasatreskrim Polres Wonogiri Kompol Aditia Mulya Ramdhani dan upaya melawan petugas.

Sebanyak 15 dari 25 tersangka dilakukan penahanan, sementara 10 lainnya tidak ditahan karena masih di bawah umur. Agus mengungkapkan keberhasilan pengungkapan kasus lantaran kerja sinergi Polres Wonogiri bersama Polda Jateng. Tersangka sudah ditahan selama 19 hari dan kemungkinan masa penahanannya akan diperpanjang untuk proses hukum selanjutnya.

"Pengungkapan kasus ini telah menetapkan tersangka sebanyak 25 orang dibagi tiga kategori, yakni pengeroyokan, perusakan tugu PSHT Winong dan upaya melawan petugas. 15 tersangka dilakukan penahanan, 10 tersangka tidak dilakukan penahanan karena masih dibawah umur," kata Agus, Rabu (29/5).

Kasus kerusuhan para pesilat itu terjadi di beberapa lokasi di antaranya Sidoharjo, Ngadirojo, Kinsman Toronto, Slogohimo dan lainnya. Dari lokasi tersebut terdapat 9 laporan polisi, namun dikelompokan dalam 3 perkara.

Baca juga: Polisi Buru Penganiaya Kasatreskrim Wonogiri

Pertama, kelompok pengeroyokan terhadap AKP Aditia Mulya Ramdhani. Kedua, tujuh laporan polisi untuk kekerasan terhadap barang atau pengrusakan. Ketiga, upaya melawan petugas dengan sangkaan Pasal 214 KUHP.

Ia pun menyebut dari sembilan tersangka pengeroyokan kemungkinan bisa bertambah seiring pengembangan kasus. Sembilan pengeroyok Aditia adalah DFR, AP, P, AH, HPA, S, A, JN, dan AP yang masih berusia 17 tahun. AP ditetapkan sebagai tersangka karena memukul kaki Aditia dengan kayu.

"Ancaman hukum terhadap para pelaku penyerangan Pak AKP Aditia adalah 9 tahun. Untuk pengrusakan ancamannya 5 tahun 6 bulan, kemudian yang melawan petugas ancamannya 7 tahun," pungkas Agus.

Agus pun menyampaikan kondisi Aditia yang saat ini dirawat intensif di rumah sakit Singapore General Hospitale sudah semakin baik meski belum sadar. Rencananya, hari ini dipindahkan dari ICU ke bangsal perawatan.(OL-5)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More