Rabu 29 Mei 2019, 09:50 WIB

Penerbangan Ekstra Susut 50%

Andhika Prasetyo | Mudik
Penerbangan Ekstra Susut 50%

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

JUMLAH pengajuan penerbangan tambahan untuk periode mudik Lebaran tahun ini menurun hingga separuh pengajuan tahun lalu.

Sejauh ini untuk mudik Lebaran 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menyetujui 360 izin penerbangan tambahan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti mengakui jumlah pengajuan izin tahun ini jauh lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai 700 penerbangan tambahan.

"Tahun ini prediksi penumpang memang tumbuh jika dibandingkan dengan tahun lalu, tetapi tumbuhnya lebih kecil," ujar Polana melalui keterangan resmi, kemarin.

Untuk tujuan dari dan ke Bandara Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, baru Batik Air yang mengajukan. Adapun Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, maupun Sriwijaya Air yang melayani rute Surakarta-Jakarta PP, belum ada pengajuan.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pengguna angkutan udara pada musim mudik tahun ini diprediksi sebanyak 5,78 juta jiwa, hanya naik 3,17% dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,6 juta penumpang.

Kenaikan itu jauh lebih kecil lagi ketimbang lonjakan penumpang dari 2017 ke 2018 yang mencapai 6%.

Penumpang mudik yang berangkat melalui Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada arus mudik Lebaran 2019 diprediksi turun sampai 28%. Penurunan itu karena masyarakat masih menganggap harga tiket pesawat masih mahal.

Kenaikan penumpang yang lebih besar diprediksi dialami angkutan laut. Berdasarkan data proyeksi Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang angkutan laut pada periode Lebaran kali ini akan mencapai 1,9 juta orang, naik 4,8% dari tahun sebelumnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan mengoptimalkan 113 kapal perintis untuk mendukung angkutan Lebaran 2019. Kapal-kapal perintis tersebut disiapkan di daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang sehingga semua dapat terangkut.

Pelni raup untung
Mahalnya tarif tiket pesawat membawa berkah bagi angkutan laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengaku meraup untung cukup signifikan dari fenomena tingginya harga tiket pesawat terbang. Terhitung sejak awal tahun, perseroan mencatat lonjakan penumpang hingga 39%.

"Hampir semua rute di Indonesia, sampai ke daerah terpencil pun, mengalami lonjakan penumpang," ujar Direktur Usaha Angkutan Kapal dan Tol Laut Pelni Harry Boediarto kepada Media Indonesia, kemarin.

Ia menyebutkan banyak juga penumpang yang beralih dari moda transportasi pesawat terbang ke kapal laut karena kebijakan bagasi berbayar. Adapun Pelni masih memberikan pengangkutan bagasi gratis hingga 40 kilogram.

Arus mudik mulai tampak di berbagai daerah. Arus kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok Kabupaten Bangka Barat ke Tanjung Api-api Sumatra Selatan menampakkan antrean hingga lebih dari 2 kilometer.

Jumlah penumpang yang naik kereta api (KA) di stasiun-stasiun PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto hingga H-8 mencapai 17 ribu lebih penumpang, naik 44% ketimbang periode yang sama 2018. (WJ/PO/DW/FR/LD/RS/RF/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More