Rabu 29 Mei 2019, 08:30 WIB

Suluh Kebangsaan Dorong Rekonsiliasi

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Suluh Kebangsaan Dorong Rekonsiliasi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pertemuan antara Menko Polhukam dengan Suluh Kebangsaan.

 

GERAKAN Suluh Kebangsaan mengimbau elite politik, pemuka agama, dan pemuka masyarakat untuk bersama menciptakan suasana kondusif dan ketenangan masyarakat.

"Kami mendorong adanya rekonsiliasi politik karena politik itu tidak bisa zero sum game, yang menang mengambil semuanya dan yang kalah dihabisi," ujar Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD kepada wartawan di Media Center Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.

Penegasan itu disampaikan seusai beraudiensi dengan Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Kantor Kemenko Polhukam.

Mahfud mengemukakan rekonsiliasi politik sangat baik bagi alam dan budaya di negeri ini. Hal itu diakuinya menjadi penting untuk terus didorong. Bahkan, saat ini pelbagai upaya yang dilakukan juga mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Gerakan itu juga meminta aparat TNI-Polri menindak tegas para perusuh pada aksi 21-22 Mei, serta mengayomi dengan baik para demonstran yang menyampaikan aspirasi di ruang publik secara tertib.

Mahfud menekankan bahwa perusuh dan demonstran harus dibedakan. "Kita mendukung agar semua pengguna social media itu menahan dan mengendalikan diri. Tidak sembarang menyebar hoaks, bahkan mendukung tindakan pembatasan oleh pemerintah jika itu diperlukan dalam rangka menghindari kerusakan yang lebih besar."

Ia menambahkan pihaknya mendukung pemerintah dan seluruh jajaran untuk meng-ungkap dalang kerusuhan, termasuk menangkap pembawa atau penyuplai senjata ilegal, senjata tajam, yang ditengarai telah memakan korban selama kerusuhan 21 dan 22 Mei lalu.

Ia juga mengimbau masyarakat menahan diri dan jangan terprovokasi, menunggu putusan Mahkamah Konstitusi. "Kita mengapresiasi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang telah menunjukkan sikap kenegarawanan dengan mengikuti proses konstiusional melalui gugatan ke MK."

Mengenai narasi bela umat yang diusung pengunjuk rasa, sambung Quraish Shihab, anggota Gerakan Suluh Kebangsaan, hal itu tidak dapat dipandang sebagai aksi yang mewakili kepentingan umat Islam di Indonesia secara keseluruhan.

Wakil Ketua Badan Peme-nangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Eddy Soeparno, mengatakan Prabowo dan Jokowi akan bertemu pada suasana yang kental dengan rasa persaudaraan. "Saya tidak berani berasumsi, tapi saya yakini kedua tokoh itu akan bertemu pada suasana persaudaraan," ujarnya. (Gol/Faj/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More