Selasa 28 Mei 2019, 21:55 WIB

UE-Indonesia Perkuat Kerja Sama untuk Pembangunan Berkelanjutan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
UE-Indonesia Perkuat Kerja Sama untuk Pembangunan Berkelanjutan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro

 

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, bersama Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Charles Michel Geurts, meluncurkan Blue Book 2019 yang merupakan laporan tahunan kerja sama pembangunan antara Uni Eropa dan Indonesia.

Publikasi ini menyoroti berbagai capaian program-progran pembangunan di Indonesia yang didukung Uni Eropa serta para negara anggotanya.

Uni Eropa dan Indonesia telah lama bekerja sama untuk memenuhi komitmen-komitmen global dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Mengangkat tema 'Bersama bagi Pembangunan Berkelanjutan' tahun ini, Uni Eropa siap mendukung sentralitas SDGs dalam kemitraan Uni Eropa-Indonesia.

"Setiap tahun Uni Eropa dan pemerintah Indonesia mempunyai tradisi untuk selalu berdiskusi mengenai dukungan pembangunan untuk Indonesia dari Uni Eropa," tutur Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (28/5).

Tahun lalu, Blue Book antara Uni Eropa dan pemerintah Indonesia mengusung tema Climate Change. Pada 2019, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang yang lebih luas lagu yaitu SGDs.


Baca juga: Bentrokan di Penjara Brasil Tewaskan 40 Orang


"Di dalam Blue Book ini nantinya ada kegiatan yang sudah disepakati kedua belah pihak antara Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia diwakili Bappenas untuk bicara termasuk masalah lingkungan, pendidikan, dan kesehatan. Jadi ada tiga hal yang menjadi fokus kerjasama pembangunan antara Uni Eropa dan pemerintah Indonesia," terangnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Charles Michel Geurts mengatakan, jumlah dana untuk proyek kerja sama antara Uni Eropa dan Indonesia mencapai 100 juta Euro.

"Portofolio UE-Indonesia corporation project sekarang sekitar 100 juta Euro. Dari mulai persiapan sampai finishing project, kurang lebih ada 100 juta Euro yang kita atur bersama," terang Charles.

Pada 2018 lalu ada beberapa capaian utama dari kerja sama antara Uni Eropa dan Indonesia. Capaian-capaian tersebut antara lain di bidang bantuan perdagangan dengan peluncuran ARISE Plus-Indonesia, program bantuan terhadap respon perubahan iklim di Indonesia, bantuan di bidang pendidikan berupa pemberian beasiswa, serta program reformasi sistem peradilan di bidang digital.

Hubungan Uni Eropa dan Indonesia telah berkembang menjadi kemitraan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama. Sebagai anggota G20, Uni Eropa telah mengubah program-program bantuan bilateral tahunannya di Indonesia menjadi program-program tematik dan regional berdasarkan prioritas strategis. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More