Selasa 28 Mei 2019, 20:45 WIB

UNBK SMP Sederajat 2019 Diwarnai Kecurangan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
UNBK SMP Sederajat 2019 Diwarnai Kecurangan

ANTARA FOTO/Olha Mulalind
unbk smp

 

PELAKSANAAN Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat diwarnai kecurangan yang mengkhawatirkan. Pasalnya, ditemukan soal-soal UNBK yang dijawab oleh guru, bukan siswanya.

"Jadi yang menjawab soal UNBK bukan siswanya namun gurunya. Mereka menggunakan remote computer pada ruangan berbeda saat UNBK berlangsung," ungkap Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muchlis R Luddin, saat konferensi pers tentang paparan hasil UN SMP/MTs sederajat di Jakarta, Selasa (28/5).

Turut hadir Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano, Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi, Direktur Pembinaan SMP, Poppy, dan Kepada Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), M Abduh.

Menurut Muchlis, pihaknya telah berkoodinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang juga berkomitmen untuk memperbaiki hal tersebut. Bersama Kemenag, Itjen dan Puspendik Kemendikbud usai Lebar akan turun langsung ke lokasi madrasah tersebut untuk menginvestigasi terkait kecurangan tersebut.

"Bisa disebut kecurangan yang terjadi bersifat masif dan terstruktur. Ini cermin guru-guru madrasah ini tidak percaya diri. Melalui investigasi nanti akan ketahuan apa motif dibalik semua ini," tegasnya.

Muchlis mengutarakan dari data laporan yang masuk pelanggaran UN 2018 sebanyak 57 laporan, sedangkan UN 2019 sebanyak 86 laporan.

"Dari laporan kecurangan yang masuk memang lebih banyak yakni 86 namun setelah kami verifikasi ada 55 laporan kecurangan yang teridentifikasi. Jadi sebenarnya turun, namun kasus madrasah ini menjadi amat memperihatinkan kita," tegasnya.

Melaui investigasi, diharapkan nanti akan ketahuan apa motif di balik semua ini.


Baca juga: Menkeu Minta BPJS Perbaiki Data Kepesertaan


Sementara, Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok  Supriyanto, mengemukakan pada UN SMP Negeri yang sudah menyelenggarakan UNBK 2 tahun mengalami peningkatan, meskipun mata pelajaran Bahasa Indonesia meningkat kurang dari 1%.

Bagi SMP yang baru menggelar UNBK tahun  ini rata rata mengalami penurunan atau terkoreksi.

Dirjen GTK Kemendikbud, Supriano, mengatakan, dari hasil UN pihaknya akan berkolaborasi dengan Balitbang Kemendikbud untuk pelatihan guru.

"Yang utama buat kami Ditjen GTK akan berkolaborasi dengan Balitbang. Kita akan fokus pelatihan guru dengan sistem zonasi untuk pembelajaran di kelas," pungkasnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More