Rabu 29 Mei 2019, 03:40 WIB

Kuasa Allah melalui Keindahan Dunia

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Kuasa Allah melalui Keindahan Dunia

Seno
Quraish Shihab


Tafsir Al-Mishbah Episode 25

 

KALI ini kita akan membahas Surah Qaf. Surah ini diturunkan di Mekah. Pada bagian awal, surah ini menjelaskan pengukuhan risalah Nabi Muhammad SAW, juga diceritakan mengenai pengingkaran orang-orang kafir atas kedatangan seorang rasul dari kalangan manusia.

Pada ayat pertama dikatakan, "Qaaf Demi Alquran yang sangat mulia". Qaf bisa diartikan sebagai tantangan. Lalu, pada ayat kedua Allah SWT berfirman, "Mereka tidak menerimanya, bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir itu: Ini adalah suatu yang amat ajaib".

Alquran sebagai petunjuk dari Allah Yang Maha Esa telah mencapai puncaknya dan itu bisa ditinjau dari sejumlah aspek. Pertama, ialah karena yang menurunkan Alquran ialah Allah. Tidak ada lagi firman Allah setelah turunnya Alquran.

Kedua, nabi yang menerima turunnya Alquran ialah Nabi Muhammad SAW yang dalam Islam merupakan nabi paling agung. Ketiga, kalimat-kalimat dalam Alquran sedemikian indahnya sehingga tidak ada seorang pun yang mampu menyusunnya. Kandungannya juga begitu agung.

Namun sayangnya, Alquran yang sedemikian agung justru ditolak masyarakat Mekah pada waktu itu. Bukan hanya Alquran yang diragukan, mereka juga meragukan seorang manusia yang membawanya, yakni Nabi Muhammad SAW. Mereka tercengang lalu menganggap hal itu tidak wajar. Dalam benak mereka, seorang manusia tidak mungkin bisa menjadi utusan Tuhan.

Orang-orang kafir tersebut juga mengingkari adanya hari kemudian setelah kematian. Mereka mengira tidak mungkin ketika seseorang sudah mati dan bercampur dengan tanah bisa kembali lagi. Menurut mereka, pengembalian atau kebangkitan semacam itu sangat jauh dan mustahil. Namun, sebenarnya Allah telah mengaturnya sedemikian rupa.

Yang lebih buruk dari semua itu, orang-orang kafir juga mendustakan kebenaran yang telah datang kepada mereka. Kalau Anda menolak sesuatu yang tidak diketahui, itu merupakan hal wajar. Tapi jika Anda menolak sesuatu yang nyata, itu buruk sekali. Ada yang berkata Alquran itu sihir, ada yang berkata Alquran kebohongan, dan sebagainya.

Pada ayat kelima diucapkan, "Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau".

Sesungguhnya, Alquran merupakan kebenaran yang datang kepada kita semua. Terhampar bukti-bukti yang ada di alam semesta ini yang menunjukkan kekuasaan Allah, bahkan untuk membangkitkan manusia kembali dari kematian sekalipun.

Salah satu contohnya ialah langit yang berdiri tanpa ada cagak yang menopangnya. Allah menciptakan langit yang begitu indah, begitu juga dengan bintang, awan, dan benda angkasa lainnya. Maka dari itu, Allah berfirman pada ayat keenam, "Tidakkah mereka memandang langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami memperindahnya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun."

Keindahan alam semesta ini ialah kehendak Allah. Sedemikian indahnya diciptakan Allah sehingga orang-orang terpaku memandangnya. Nabi Muhammad SAW pernah berkata bahwa ia di dunia ini sebagai pejalan yang tengah berteduh. Dunia ini ialah rambu perjalanan untuk menuju kepada Allah. (Dhk/H-1))

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 22 Okt 2019 / 17 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:52 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 19:00 WIB

PERNIK

Read More