Selasa 28 Mei 2019, 12:45 WIB

Pelatih Akui Raptors Harus Dicambuk Agar Bisa Menang

Antara | Olahraga
Pelatih Akui Raptors Harus Dicambuk Agar Bisa Menang

AFP/Gregory Shamus/Getty Images
Para pemain Raptors merayakan keberhasilan mereka menjadi juara Wilayah Timur

PELATIH kepala Toronto Raptors Nick Nurse mengakui timnya harus dicambuk lebih dulu sebelum memenangkan pertandingan dan ini berlaku juga pada laga Final NBA melawan Golden State Warriors.    

Nurse menunjuk pengalaman timnya saat menyingkirkan Orlando Magic pada putaran pertama playoff setelah terlecut akibat takluk pada gim pertama dengan skor 101-104 sebelum akhirnya berbalik menghempaskan Magic 4-1.    

Raptors kemudian dipaksa bermain tujuh gim oleh Philadelphia 76ers pada babak berikutnya. Dan terakhir berbalik menang setelah tertinggal 0-2 melawan Milwaukee Bucks yang mereka kalahkan 4-2 untuk mencapai Final NBA pertama mereka.    

"Kami bermain jauh lebih sulit," kata Nurse dalam laman talkbasket.net, seraya menyatakan timnya mungkin harus dipukul lebih dulu seperti kala melawan Orlando Magic.    

"Kami sudah belajar dan juga kian berkembang. Komunikasi, skema, perpindahan, serangan udara, rotasi kami, adu lemparan, semuanya sudah berkembang sejak awal playoff," sambung Nurse.    

Baca juga: Durant Dipastikan Absen di Gim 1 Final NBA

Raptors memang sudah berkembang jauh. Beberapa tahun lalu, mereka harus kecewa karena disingkirkan LeBron James dan Cleveland Cavaliers, tapi kini Raptors akhirnya menjadi raja Wilayah Timur.    

Kini mereka tinggal menghadapi juara bertahan NBA, Golden State Warriors, yang lima kali berturut-turut masuk final dan sedang membangun dinasti mereka sendiri.   

"Mereka adalah salah satu tim terhebat dalam sejarah," kata Nurse.

"Ini final kelima kali berturut-turut bagi mereka. Tidak banyak tim yang bisa melakukan hal seperti ini," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More