Selasa 28 Mei 2019, 08:55 WIB

Satu Arah dari Km 70-263 Mulai 30 Mei

Rifaldi Putra irianto | Mudik
Satu Arah dari Km 70-263 Mulai 30 Mei

Jasa Marga/Grafis : Seno
Kesiapan Operasional Pelayanan Arus Mudik Lebaran 1440 H / 2019

PT Jasa Marga menerapkan pengaturan lalu lintas berupa satu arah (one way) dan lawan arah (contra flow) untuk mempercepat arus mudik Lebaran 2019. Rekayasa lalu lintas itu berlangsung mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2019.

Pemberlakuan one way dimulai dari Km 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 263 Tol Pejagan-Pemalang. Pemberlakuan satu arah dimulai pukul 09.00-21.00 WIB.

"Kenapa dari kilometer (Km) 70, karena untuk mengakomodasi teman-teman dari Bandung yang mau ke arah Jakarta," kata Humas Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, Hendra Damanik, di Bekasi, kemarin.

Hendra menambahkan, dari Km 29 sampai Km 61 Tol Jakarta-Cikampek akan diberlakukan rekayasa contra flow atau lawan arah. Pemberlakuan contra flow dimulai pukul 06.00-21.00 WIB sehingga one way tidak diberlakukan dari Km 29. "Karena, kalau (one way) dari Km 29, nanti yang dari arah Bandung mau ke bandara bagaimana? Otomatis kan untuk mengakomodasi itu," jelasnya.

Dia melanjutkan, rekayasa contra flow dan one way bisa saja bertambah. Tapi, kata dia, semua keputasan berada di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. "Kalau kita hanya mengawal kegiatannya. Setiap kebijakan yang disampaikan, Jasa Marga siap."

Kepala Korlantas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan pemberlakuan contra flow dan one way dengan pertimbangan untuk mengakomodasi lalu lintas jarak pendek. Selain itu, lalu lintas yang dari dan menuju Bandung pun perlu ditampung.

"Jalur one way hanya dapat digunakan untuk kendaraan kecil dengan tujuan jarak jauh. Kendaraan besar atau bus serta pengguna jalan dengan jarak pendek, agar menggunakan jalur normal," katanya.

Refdi mengingatkan kecepatan kendaraan di jalur one way maksimum 80 kilometer per jam.

Sementara itu, aturan ganjil- genap untuk kendaraan roda empat di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, diberlakukan mulai Kamis (30/5) pukul 20.00- 08.00 WIB. Peraturan itu untuk menghindari penumpukan kendaraan malam hari.

"Prinsipnya para pemudik tetap bisa jalan dengan pelat nomornya kapan saja, asal berangkatnya pada siang hari atau pukul 08.00 sampai 20.00 WIB," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, di Pelabuhan Merak, Banten, kemarin.

Dia mengatakan, pemudik di Pelabuhan Merak diprediksi meningkat signifikan lantaran mahalnya tiket pesawat sehingga pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatra beralih menggunakan transportasi darat dan laut.

"Kami ingin masyarakat bisa mudik cukup baik, siang juga menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan malam hari sehingga (jumlah pemudik) menjadi imbang," jelasnya.

Angkutan laut

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memprediksi, sejak melambungnya harga tiket pesawat udara, banyak masyarakat yang akan mudik beralih memakai moda transportasi selain pesawat udara, salah satunya seperti angkutan laut.

"Melambungnya harga tiket pesawat udara, di saat mudik tahun ini, pasti ada kenaikan pengguna moda kapal laut, " kata Djoko dalam pesan singkat, Jakarta, Senin (27/5).

Ia memperkirakan sejumlah perantau yang berasal dari Pulau Kalimantan yang nantinya akan paling banyak menumpang angkutan laut untuk menuju Pulau Jawa.

"Sejumlah perantau yang berasal dari Kalimantan diperkirakan paling banyak menggunakan kapal laut menuju Pulau Jawa, " jelasnya. (Medcom.id/Put/LN/YH/RF/UL/MY/EP/DG/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More