Selasa 28 Mei 2019, 07:25 WIB

Empat Tokoh Diancam Dibunuh

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Empat Tokoh Diancam Dibunuh

ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKB Ade Ary Syam (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti senjata api dan rompi antipeluru yang disita da

 

EMPAT tokoh nasional mendapat ancaman pembunuhan. Mereka disebut berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk di antaranya pejabat tinggi negara dan lembaga swasta. Plot pembunuhan itu terungkap setelah Polri membekuk enam tersangka yang diperintahkan untuk menghabisi nyawa para tokoh nasional tersebut.

Demikian pernyataan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Media Center Kantor Kementerian Koordinator Bidang Polhukam, Jakarta, kemarin.

Iqbal menambahkan pihaknya berhasil meringkus enam tersangka yang diduga terlibat skenario pembunuhan tokoh nasional itu.

Menurut dia, keenam tersangka tersebut ialah HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, AD, dan seorang perempuan berinisial AF alias Fifi. Mereka ialah kelompok ketiga yang menunggangi aksi massa pada 21-22 Mei di Jakarta. Keenamnya dikatakan memiliki peran masing-masing dan ditangkap secara estafet di sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, dan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 21 dan 24 Mei 2019.

"Kami menemukan bukti-bukti, fakta hukum bahasa ada pihak ketiga penunggang yang ingin menciptakan martir. Seperti yang disampaikan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dan Menko Polhukam (Wiranto) pekan lalu bahwa massa ini bukan spontanitas. Ini adalah setting-an, by design," ujarnya.

Ia mengemukakan, HK yang diringkus di sebuah hotel di wilayah Cikini, Jakarta Pusat, pukul 13.00 WIB, Selasa (21/5) lalu, bertugas mencari senjata api, mencari eksekutor, serta memimpin timnya turun pada aksi massa.

Dari tangan tersangka juga disita satu pucuk senjata api jenis revolver Taurus Col 38 dan uang Rp150 juta serta rompi antipeluru.

"Pada 1 Oktober 2018, HK menerima perintah dari seseorang (lihat grafik). Kami sudah mengetahui identitas seseorang itu dan sedang didalami. Tersangka HK menerima perintah membeli dua pucuk senjata api laras pendek dua pucuk senjata api laras panjang.

Pada 5 Maret 2019, masih kata Iqbal, HK berhasil mendapat senjata api dengan cara membeli dari tersangka AD, yaitu satu pucuk senpi Meyer Col 22 seharga Rp5,5 juta, yang selanjutnya diberikan kepada tersangka AZ.

Begitu pula dengan dua pucuk senpi rakitan Col 22 seharga Rp15 juta dan senpi laras pendek Col 22 seharga Rp6 juta yang diserahkan kepada tersangka TJ. TJ yang dipe-rintahkan membunuh dua tokoh nasional mendapat bagian Rp25 juta.

"Lalu pada 12 April 2019 tersangka HK mendapat perintah untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya. Jadi, target kelompok ini menghabisi nyawa empat tokoh nasional," tegas Iqbal.

Selain ada perencanaan untuk membunuh target tokoh nasional yang sudah ditentukan, menurut Iqbal, ada pula perintah lain melalui AZ untuk membunuh seorang pemimpin lembaga survei.

Dalang

Saat menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, meminta Polri berkosentrasi untuk mengungkap siapa yang berada di belakang rencana pembunuhan tersebut.

"Tentu mereka punya kekuatan modal cukup besar, mereka yang punya kekuatan uang di balik dalang ini," ujar Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, kemarin.

Hasto pun meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas orang yang mendalangi rencana pembunuhan tokoh-tokoh nasional tersebut.

"Hentikan berbagai tindakan kekerasan dari sponsor yang membenturkan rakyat dengan Polri. Kami minta tindak tegas kepada Polri. Kami percayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian," terang Hasto. (Gol/Iam/Ths/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More