Selasa 28 Mei 2019, 03:10 WIB

Polisi Prancis Menangkap Tiga Orang Terduga Pelaku Bom Lyon

Polisi Prancis Menangkap Tiga Orang Terduga Pelaku Bom Lyon

AFP
Petugas kepolisian Perancis berhasil menangkap tiga orang karena ledakan bom di jantung kota tenggara Lyon

 

POLISI Prancis telah menangkap tiga orang karena ledakan bom di jantung kota tenggara Lyon pekan lalu yang melukai 13 orang.

"Pengebom diduga seorang warga negara Aljazair berusia 24 tahun, ditangkap bersama ibunya dan seorang mahasiswa Aljazair lainnya yang merupakan teman keluarga," kata jaksa Paris dalam sebuah pernyataan.

Tersangka ialah seorang mahasiswa IT yang sebelumnya tidak dikenal polisi, kata Wali Kota Lyon Gerard Collomb. Polisi juga telah memeriksa saudara perempuannya, tetapi dia belum ditangkap, tambah jaksa Paris tersebut.

Jaksa pada hari Jumat membuka penyelidikan atas percobaan pembunuhan terkait dengan organisasi teroris. Polisi telah memburu seorang pria yang terlihat bersepeda di dekat tempat ledakan yang mengenakan atasan hijau dan celana pendek bermuda dan membawa ransel hitam.

Dia menjadi sasaran perburuan besar sejak Jumat malam ketika sebuah alat peledak yang diisi dengan sekrup dan bantalan bola diletakkan di depan sebuah toko roti di dekat sudut dua jalan pejalan kaki yang ramai di pusat bersejarah Lyon.

Tersangka yang diburu polisi tersebut terekam kamera CCTV di area ledakan. Dalam rekaman CCTV, tersangka tampak menaiki sebuah sepeda gunung sesaat sebelum ledakan terjadi. Tersangka juga tampak menggunakan topeng dan meninggalkan tas di depan sebuah toko roti yang populer.

Tersangka tampak menaiki sebuah sepeda gunung sesaat sebelum ledakan terjadi. Tersangka juga tampak menggunakan topeng dan meninggalkan tas di depan sebuah toko roti yang populer.

Polisi mengedarkan foto-foto tersangka di Twitter, yang mengarah ke beberapa lusin panggilan dari orang-orang yang memiliki informasi.

Sumber yang dekat dengan investigasi menduga peledak itu ialah aseton peroksida, atau APEX, senyawa volatil yang digunakan dalam serangan mematikan di Paris pada 13 November 2015.

Sebanyak 13 orang terluka dalam ledakan itu--delapan perempuan, empat pria, dan seorang gadis berusia 10 tahun--di antaranya 11 orang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Tak satu pun dari luka-luka mereka yang diyakini mengancam jiwa. Pihak berwenang mengatakan beberapa operasi yang diperlukan untuk menghilangkan pecahan peluru.

Prancis telah waspada menyusul gelombang serangan teror jihad mematikan sejak 2015 yang telah menewaskan lebih dari 250 orang.

Kelompok Negara Islam telah berada di balik banyak serangan. Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan Lyon. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More