Selasa 28 Mei 2019, 02:30 WIB

Trump Melunak dengan Korut dan Iran

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Trump Melunak dengan Korut dan Iran

AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan rasa hormat yang begitu besar terhadap hubungan AS dengan Korea Utara. Trump juga mengulurkan potensi negosiasi dengan Iran untuk meredam terjadinya hal-hal buruk.

Jelang pertemuan puncak dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, Trump berupaya meredam pertikaian dengan Korea Utara belum lama ini.

"Saya pribadi berpikir bahwa banyak hal baik yang akan terjadi dengan Korea Utara. Saya merasakan hal itu. Mungkin saya bisa benar, mungkin juga salah," ujar Trump di kantor PM Jepang.

"Ada rasa hormat yang dibangun antara AS dan Korea Utara. Namun, kita lihat apa yang akan terjadi," imbuh Trump.

Pada Februari lalu, Trump mengadakan pertemuan puncak dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Vietnam, yang berakhir tanpa kesepakatan. Situasi itu di luar ekspektasi yang memicu lonjakan baru dalam ketegangan bilateral.

Selama di kantor, Trump memperhatikan uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara. "Dan itu tampaknya telah berhenti," katanya.

Dalam menyikapi tes rudal Korea Utara baru-baru ini, Trump meng-anggapnya sebagai beberapa senjata kecil. Pernyataan Trump seakan melemahkan pendapat Penasihat Kemanan Nasional, John Bolton. Sehari sebelumnya, Bolton menyebut peluncuran rudal oleh Pyongyang telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Uji coba baru-baru ini telah mengganggu sebagian orang di bawah saya, begitu juga yang lain. Namun, tidak dengan saya," ucap Trump.

Selain itu, Bolton mendapat kritik dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara. Dia digambarkan sebagai sosok yang memiliki kesalahan struktural dan harus menghilang secepat mungkin.

Trump turut mengeluarkan nada yang relatif dovish kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan musuh bersejarah AS itu.

"Saya yakin Iran ingin bernegosiasi. Jika mereka ingin melakukan pembicaraan, kami juga demikian," ungkap Trump.

"Kita akan melihat apa yang terjadi, tetapi saya tahu bahwa PM Abe sangat dekat dengan kepemimpinan Iran. Tidak ada yang ingin hal-hal buruk terjadi, khususnya saya," tukas Trump.

 

Menengahi krisis Timur Tengah

PM Jepang Shinjo Abe dilaporkan tengah mempertimbangkan kunjungan ke Iran sebagai upaya menengahi krisis Timur Tengah. Trump tampaknya memberikan lampu hijau. "Semua akan baik-baik saja," kata dia.

Trump menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Kaisar Naruhito.

Negosiator perdagangan utama Jepang dan AS menghabiskan waktu lebih dari 2 jam dalam pembica-raan pada Sabtu malam. Kendati demikian, pertemuan itu gagal menghasilkan terobosan.

Senin menandai dimulainya agenda resmi kedua pemimpin negara setelah akhir pekan yang menyenangkan, seperti bermain golf dan makan di sebuah restoran. Trump mengaku telah menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama teman dekatnya, Abe.

"Sebuah kehormatan besar untuk menjadi (pemimpin) pertama yang bertemu Kaisar Naruhito setelah sang ayah mengundurkan diri dalam turun takhta pertama sejak dua abad lalu," papar Trump.

Kaisar Naruhito terlihat memakai dasi biru muda, sedangkan istrinya, Permaisuri Masako, mengenakan topi dan jaket putih. Keduanya menemani Trump beserta sang istri, Melania.

Kunjungan Trump yang begitu menyenangkan di Jepang itu sekaligus merayakan hubungan AS-Jepang di tengah meningkatnya ketidakpastian regional. Selain kebijakan perdagangan AS, ketegangan hubungan AS dengan Tiongkok dan Korea Utara juga memberikan dampak. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More