Senin 27 Mei 2019, 20:50 WIB

Temukan Kebahagiaan dengan Berbenah

Abdillah Marzuqi | Weekend
Temukan Kebahagiaan dengan Berbenah

AFP
(Ilustrasi) Berbenah pakaian.

BUKAN rahasia lagi jika rumah bersih dan rapi menjadi idaman banyak orang. Kebersihan rumah mampu membuat merasa lebih santai dan fokus.
Sayangnya, banyak hal yang membuat rumah bersih nan rapi hanya sebatas mimpi siang bolong. Alasannya bermacam, seperti jadwal sibuk, banyak kerjaan, anak-anak, dan kewalahan. Bahkan, mencuci piring saja terasa seperti kemenangan besar.
Seorang pakar berbenah dan rapi-rapi, Alejandra Costello, mengemukakan beberapa prinsip untuk rumah yang bersih dan rapi. Prinsip itu disarikan oleh Seth J. Gillihan dalam Psikologytoday.com (27/5).

Singkirkan, lalu atur.
Sebelumnya buang barang yang tidak diperlukan. Lalu buat urutan khusus untuk merapikan. Hilangkan perasaan berat pada suatu barang. Semakin sedikit barang dalam rumah, semakin sedikit pula yang harus diatur. Begitu pula sebaliknya.

Ubah Cara Pandang
Pikiran berdampak pada perasaan dan tindakan. Hilangkan pikiran ragu-ragu, seperti bagaimana jika nanti membutuhkan barang ini? Sebaliknya, berfikirlah bahwa akan ada peningkatan kualitas hidup dan banyak kebaikan setelah barang itu keluar dari rumah.
Rasa berat membuang barang pribadi bisa jadi didorong kurangnya percaya diri. Saat menyingkirkan barang, gunakan proses itu untuk mengenali kemampuan diri dalam menghadapi potensi masalah di masa depan. Percaya bahwa semua akan baik-baik saja ketika barang itu dibuang.

Sikap Menerima
Menerima bukan berarti menyetujui sesuatu, melainkan mengakui sebagaimana keadaan yang berlaku. Bentuk penerimaan lain seperti, melepaskan pikiran atas barang yang perlu dipisahkan, mengakui bahwa kita lebih dari jumlah harta, menerima bahwa tidak setiap kenangan dapat disimpan dalam bentuk barang, menerima ketidaknyamanan berpisah dengan harta.

Terdapat dua alasan bagi orang yang biasa menunda berbenah. Pertama, tidak tahu car memulai. Kedua, merasa berbenah adalah beban. Untuk itu bisa dilakukan dengan membaginya menjadi beberapa pekerjaan kecil.

Lakukan 3 tugas harian.
Pemeliharaan rutin lebih baik dibanding menunggu sampai rumah menjadi kacau. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menghabiskan 15 menit untuk menyimpan barang-barang atau tugas sederhana lain. Siapkan penanda waktu. Bila perlu buat alarm.

Setelah sukses dengan rumah teratur dan rapi selama beberapa bulan. Rasakan perbedaan dalam hidup. Sebab berbenah rumah adalah salah satu terapi berbasis kognitif, perilaku, dan kesadaran. Rumah yang bersih dan rapi akan membuat hidup lebih berkualitas. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More