Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Dituntut Hukuman Mati

Penulis: Gana Buana Pada: Senin, 27 Mei 2019, 20:40 WIB Megapolitan
Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Dituntut Hukuman Mati

ANTARA/RENO ESNIR
, Haris Simamora atau HS

PEMBUNUH satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada November 2018 silam, Harris Simamora, dituntut hukuman mati.
Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (27/5), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Haris secara sah terbukti melakukan pembunuhan satu keluarga.

"Terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ungkap JPU, Fariz Rachman, Senin.

Sebelumnya diberitakan, Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora alias Ari merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT02/07, Kelurahan Jatirayahu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, 23 November 2018.

Empat korban yang dihabisi nyawanya oleh Harris ialah pasangan suami istri Diperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita serta dua anak mereka, Sarah Nainggolan dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan.


Baca juga: Keluarga Korban 22 Mei Minta Kasus Diusut Tuntas


Fariz menilai, Harris telah melanggar Pasal 340 KUHPidana dan Pasal 363 Ayat (1) ke-3 KUHPidana.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris dengan pidana mati dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam sel tahanan," katanya.

Diucapkan Fariz bahwa jaksa tak menemukan hal yang meringankan hukuman Harris. Sedangkan, hal yang memberatkan hukuman yakni perbuatan terdakwa yang menimbulkan penderitaan yang mendalam terhadap keluarga korban.

"Perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis, perbuatan terdakwa membuat 4 orang kehilangan harta benda dan nyawa," ujar Fariz. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More