Senin 27 Mei 2019, 18:55 WIB

Keluarga Korban 22 Mei Minta Kasus Diusut Tuntas

Putri Rosmalia Octaviyani | Megapolitan
Keluarga Korban 22 Mei Minta Kasus Diusut Tuntas

ANTARA
Seorang warga mengamati daftar nama korban luka kericuhan di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/05)

 

KELUARGA korban meninggal kerusuhan 22 Mei 2019 meminta agar kasus kematian korban meninggal dapat diusut tuntas. Dengan begitu, penyebab kematian dapat terungkap dan diketahui siapa yang bertanggung jawab.

Ayah korban meninggal dunia mediang Harun Al Rasyid, Didin Wahyudin, mengatakan, dirinya berharap banyak pada pemerintah agar kasus tersebut bisa terungkap. Terutama karena korban masih di bawah umur.

"Harapannya saya minta keadilan saja karena anak saya ini masih di bawah umur jadi korban penembakan. Saya minta keadilan," ujar Didin, saat menyambangi Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/5).

Rasyid juga mempertanyakan hasil autopsi anaknya yang tidak diberikan pihak kepolisian atau rumah sakit pada keluarga. Hal itu membuat keluarga masih bertanya-tanya penyebab utama kematin anak lelakinya tersebut.

"Hasil autopsi tidak diberikan. Di situ saya mempertanyakan," ujar Didin.


Baca juga: Kerugian DKI Jakarta Akibat Aksi 22 Mei Capai Rp400 Juta


Dalam pertemuan itu, Didin dan tim kuasa hukumnya juga membawa bukti-bukti yang diklaim sebagai bukti kekerasan fisik pihak kepolisian pada Harun. Didin mengatakan pihaknya memiliki 32 bukti foto dan video.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan merupakan hal yang wajar bila keluarga korban menginginkan kejalasan kasus yang merenggut nyawa keluarganya. Fadli mengatakan akan menyampaikan aspirasi keluarga korban pada pihak-pihak terkait.

"Dari hasil laporan akan kita tindak lanjuti dan kita teruskan aspirasi ke pihak terkait pada presiden RI kepada Kapolri, kepada komisi III untuk mendalami dan menginvestigasi," ujar Fadli.

Seperti diberitakan, Harun Al Rasyid menjadi salah satu dari tujuh korban meninggal dunia berdasarkan keterangan dari kepolisian. Sebelumnya, jenazah Harun sempat disemayamkan di RS Dharmais kemudian dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati karena identitasnya tidak diketahui. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More