Senin 27 Mei 2019, 13:00 WIB

TKN: Anies Harusnya Mampu Bedakan Kritik dan Fitnah

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
TKN: Anies Harusnya Mampu Bedakan Kritik dan Fitnah

MI/MOHAMAD IRFAN
Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily

 

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai seorang pemimpin mampu membedakan kritik, fitnah dan ujaran kebencian. Di negara demokrasi manapun, kata Ace, kritik jelas berbeda dengan fitnah dan ujatan kebencian.

Hal ini disampaikan Ace menyusul adanya pernyataan Anies terkait dirinya tidak pernah menangkap orang yang melontarkan kritik kepadanya.

"Saya yakin Pak Jokowi sangat terbuka dengan kritik. Kritik yang substantif jelas menyehatkan demokrasi karena bisa menjadi suplemen untuk perbaiki kebijakan," ujar Ace melalui keterangan resmi, Senin (27/5).

Baca juga: Cicitan Lama Soal Terima Kekalahan Jadi Viral, Ini Kata Anies

Ace mengingatkan menjadi oposisi yang baik hendaknya belajar menyampaikan kritik dengan etika. Karena kritik tidak harus kasar dan menghujat. Sementara terkait kewenangan menangkap, hal itu merupakan ranah penegak hukum. Ace menambahkan penegak hukum tidak mungkin menangkap jika tak cukup bukti.

"Oposisi yang tidak bisa membedakan antara kritik dan tindakan kriminal jelas oposisi enteng-entengan. Pemimpin yang tidak bisa bedakan antara kritik dan ujaran kebencian bisa diindikasi dia sedang tebar pesona," tuturnya.(RO/OL-5)

 

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

KPK Ajukan Banding Vonis Imam Nahrawi

👤Dhika kusuma winata 🕔Kamis 02 Juli 2020, 13:35 WIB
KPK menilai vonis bagi Imam Narawi belum memenuhi rasa keadilan. Sehingga memutuskan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi...
Dok Kejagung

Kejagung Periksa Pejabat OJK Dalami Kasus Jiwasraya

👤RO/Micom 🕔Kamis 02 Juli 2020, 13:22 WIB
keterangan 4 pejabat OJK dianggap perlu untuk mengetahui proses pengawasan pengelolaan investasi...
MI/M Soleh

Soal Djoko Tjandra, MAKI Akan Laporkan Imigrasi ke Ombudsman

👤Dhika kusuma winata 🕔Kamis 02 Juli 2020, 12:51 WIB
MAKI akan melaporkan ke Ombudsman kemungkinan maladministrasi atas bobolnya sistem kependudukan dan paspor pada sistem imigrasi yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya