Hamilton Dedikasikan Gelar GP Monaco untuk Lauda

Penulis: Rendy Renuki H Pada: Senin, 27 Mei 2019, 14:45 WIB Olahraga
Hamilton Dedikasikan Gelar GP Monaco untuk Lauda

AFP/Yann COATSALIOU
Lewis Hamilton menunjuk nama Niki Lauda di helmnya usai menjadi juara di GP Monaco.

LEWIS Hamilton mendedikasikan kemenangannya di Formula 1 Grand Prix Monaco untuk mendiang Niki Lauda.

Hamilton menjadi pembalap tercepat dengan waktu 1 jam 43 menit 28,437 detik di Sirkuit Monte Carlo, Minggu (26/5) malam WIB.

Ia mengakui meraih kemenangan karena terpacu ingin memberikan yang terbaik kepada Lauda, Non-Executive Chairman Mercedes yang meninggal dunia jelang seri Monaco.

Pembalap Britania Raya itu merebut podium pertama meski melewati sejumlah drama. Mulai dari tekanan Max Verstappen sepanjang balapan, hingga masalah ban.

"Ini adalah balapan yang paling berat yang pernah saya jalani. Tapi saya bertarung dengan semangat yang dimiliki Niki, dia berpengaruh besar pada tim kami," kata Hamilton di situs resmi F1.

Baca juga: Rayakan Kemenangan di Monaco, Hamilton Ceburkan Diri ke Kolam

"Saya tahu, dia akan melihat ke bawah dan mengangkat topinya. Saya berusaha fokus dan ingin membuatnya bangga, itu adalah misi kami sepanjang pekan ini, kami sangat merindukannya," sambung pembalap 34 tahun itu.

Tidak hanya Hamilton, seluruh tim Mercedes pun memberikan tribut dengan mengenakan beberapa aksesoris seperti topi dan helm bertuliskan legenda F1 tersebut.

Sebelum balapan dimulai pun dilakukan prosesi mengheningkan cipta untuk menghormati kepergian Lauda.

Niki Lauda meninggal pada usia 70 tahun di Wina, Austria, 20 Mei lalu. Mantan juara dunia tiga kali tersebut meninggal karena masalah kesehatan, setelah ia sempat mendapatkan transplantasi paru-paru. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More