Senin 27 Mei 2019, 14:00 WIB

YLKI: Mudik Jalur Darat Berisiko Tinggi

Antara | Humaniora
YLKI: Mudik Jalur Darat Berisiko Tinggi

ANTARA/Mohammad Ayudha
Antrean mobil saat akan melewati jembatan Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

 

KETUA Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan mudik melalui jalur darat merupakan perjalanan yang berisiko tinggi karena volume kendaraan bisa meningkat lebih dari 100%.

"Belum lagi bila disandera dengan kemacetan parah selama perjalanan. Keselamatan bertransportasi adalah kata kunci yang pertama dan utama," kata Tulus, Senin (27/5).

Tulus menyarankan pemudik untuk tidak memaksakan diri dan kendaraan mereka. Lebih baik terlambat sampai ke tujuan atau tidak berangkat daripada tidak sampai tujuan sama sekali.    

Pengemudi perlu beristirahat setiap tiga jam hingga empat jam setelah mengemudi. Kendaraan juga jangan dipaksa dipacu dengan kecepatan tinggi.    

"Beristirahatkan di tempat istirahat yang aman seperti tempat istirahat di jalan tol, stasiun pengisian bahan bakar umum, masjid, dan lain-lain," tuturnya.    

Baca juga: Menkes: Terjadi Kegawatdaruratan Saat Mudik, Hubungi 119

Pemudik juga perlu memastikan kendaraan mereka laik jalan, terutama untuk perjalanan jauh terutama untuk kendaraan yang sudah cukup tua. Servis kendaraan sebelum perjalanan mudik perlu dilakukan.    

Tulus mengatakan muatan kendaraan juga perlu diperhatikan. Jangan sampai kapasitas berlebihan, baik jumlah penumpang maupun jumlah barang di bagasi ataupun di atas kendaraan.    

"Muatan berlebihan akan membahayakan keselamatan berkendara. Muatan di atas atap mobil juga berpengaruh pada aspel keselamatan," katanya.   

Kementerian Perhubungan memperkirakan 50% warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan mudik lebaran dan 40%-nya menggunakan jalan tol.

Selain itu, diperkirakan juga akan ada 924.000 pemudik menggunakan sepeda motor.    

Tulus menilai hal yang paling penting selama mudik lebaran adalah aspek keselamatan. Salah satu yang selalu terjadi dalam fenomena mudik lebaran adalah penurunan derajat keselamatan dalam setiap jenis transportasi, terutama transportasi darat berbasis jalan raya. (OL-2)

Baca Juga

MI/Ramdani

Tiga Jurus NRC Perkuat Media Group News 

👤Ade Alawi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 13:55 WIB
News Research Center (NRC) diharapkan memainkan perannya tidak hanya menyuplai data riset melainkan sebagai think thank (tangka...
(Dokumen Pribadi/Antara)

Dirut TVRI akan Nonaktifkan Akun Sosmed agar Bisa Fokus Bekerja

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 13:52 WIB
Iman mengaku prihatin atas tuduhan segelintir orang termasuk salah satunya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang turut...
Antara/Moch Asim

Sistem BLC Catat 39.000 Data Penyelidikan Epidemiologi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 31 Mei 2020, 13:25 WIB
Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memakai sistem informasi terintegrasi BLC untuk analisis data yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya