Senin 27 Mei 2019, 09:44 WIB

Cicitan Lama Soal Terima Kekalahan Jadi Viral, Ini Kata Anies

Nur Azizah | Politik dan Hukum
Cicitan Lama Soal Terima Kekalahan Jadi Viral, Ini Kata Anies

Twitter @aniesbaswedan
Cicitan Anies Baswedan mengenai menerima kekalahan yang menjadi viral

 

CICITAN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2013 mendadak viral. Banyak orang menilai cicitan itu relevan dengan kondisi politik Tanah Air saat ini.

Enam tahun lalu, Anies mencicitkan soal menerima kekalahan.

"Sukses demokrasi itu ditentukan bukan oleh pemenang tapi oleh kemauan pihak-pihak yang kalah untuk menerima kekalahan," cicit Anies pada 4 Juli 2013 tepatnya pukul 12.48 WIB.

Kini, banyak pihak menyambungkan cicitan itu untuk pasangan calon yang diusung Anies pada pilpres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan calon nomor urut 02 itu tidak mau mengakui kekalahan dengan menolak hasil Pemilu 2019.

Dimintai tanggapan soal cuitannya, Anies enggan banyak berkomentar. "Ya dibaca saja," kata dia.

Mantan Mendikbud ini menyebut cicitan tersebut adalah rumus mendasar dalam demokrasi. Ia menganalogikan cicitannya itu dengan pertandingan sepak bola.

Baca juga: BPN Andalkan Kliping Berita

"Semua pernyataan tentang demokrasi itu rumus mendasar. Itu rumus dalam proses demokrasi begitu sama seperti pertandingan sepak bola karena itu penting dalam proses demokrasi untuk dijalankan dengan adil, jujur, dan tertib," ujar dia.

Dengan begitu, seluruh hasil pertandingan akan diterima semua pihak. Ia menegaskan, bila prosesnya bersih dan rapi maka tidak ada akses untuk kecurangan.

Cicitan lama Anies itu pun banjir komentar.

"Yang kalah harus legawa enggak boleh ngamuk-ngamuk," cuit pemilik akun @ramaraja12.

"Suksesnya demokrasi kompilasi Pak Ahok mengakui kekalahan dan tidak merengek sambil mengerahkan pendukungnya untuk menuduh pemenang sebagai pihak yang disponsori," tulis pemilik akun @PuspoThe. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More