Minggu 26 Mei 2019, 23:20 WIB

Trump masih Percaya dengan Pemimpin Korea Utara

Trump masih Percaya dengan Pemimpin Korea Utara

AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

 

DALAM cicitan terbaru melalui Twitter, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan keyakinannya terhadap Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Terlepas dari uji coba senjata Pyongyang belum lama ini, berikut negosiasi nuklir yang menemui jalan buntu.

Trump yang saat ini berada di Jepang dalam rangka meningkatkan hubungan dengan sekutu dekat Washington, juga mengungkapkan Kim telah memberikan sinyal kepada dirinya. Melalui laporan kantor berita pemerintah, terdapat artikel yang menyebut mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden, sebagai sosok dengan IQ rendah dan bodoh karena mengkritik kepemimpinan Kim.

“Korea Utara menembakkan beberapa senjata kecil yang cukup menganggu sebagian orang-orang saya dan yang lainnya, tetapi tidak mengarah kepada saya,” kata Trump dalam akun Twitter-nya, merujuk uji coba senjata pada awal Mei.

“Namun, saya memiliki keyakinan bahwa Pemimpin Kim akan menepati janjinya kepada saya. Dia (Kim) juga menyebut Joe Biden sebagai individu dengan IQ rendah dan berperangai buruk. Mungkin itu memberikan saya sebuah sinyal,” lanjut cicitan Trump.

Korea Utara menjadi salah satu isu utama agenda pertemuan Trump dengan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe. Sebelumnya, Pyongyang menembakkan dua rudal jarak pendek pada 9 Mei, setelah melakukan latihan pada 4 Mei, pertama dalam 18 bulan terakhir.

Sejak November 2017, Korea Utara tidak meluncurkan rudal jenis apa pun. Pemimpin Korea Utara yang cenderung mengisolasi diri, kemudian mulai gencar melakukan pembicaraan diplomatik.

Dalam sejarah pertama, Trump bertemu dengan Kim di Singapura pada Juni 2018. Kedua kepala negara kembali melakukan pertemuan putaran selanjutnya di Vietnam pada Februari. Namun, pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan.

Pyongyang menembakkan dua rudal jarak pendek pada 9 Mei, setelah latihan pada 4 Mei. (AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More