Minggu 26 Mei 2019, 17:30 WIB

Ulat Tentara Serang Tanaman Jagung Hibrida di Sumatra dan Aceh

Puji Santoso | Nusantara
Ulat Tentara Serang Tanaman Jagung Hibrida di Sumatra dan Aceh

Wikipedia
Ulat tentara (spodoptera frugiperda)

 

PENELITI dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Februari 2019 lalu telah mengingatkan potensi serangan hama ulat spodoptera frugiperda (fall armyworm) atau ulat tentara. Hama ulat itu bisa masuk Indonesia dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada tanaman jagung.

Menurut Idham Sakti Harahap, pakar hama dan penyakit tumbuhan IPB, hama ulat spodoptera frugiperda ini  berasal dari Amerika
Serikat (AS). Kerusakan akibat hama ulat itu jauh lebih besar daripada hama ulat yang sudah ada di Indonesia.

"Hama ini sudah mewabah di Myanmar, India, Thailand, dan Filipina. Dan menurut informasi sudah mulai masuk ke Indonesia di beberapa daerah," kata Idham dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat (24/5) lalu. 

Investasi ulat tentara ini dikabarkan sudah mulai masuk di lahan lumbung jagung di Dairi Medan dan Agara Aceh.

Daulat Tampubolon, 66, petani asal Kecamatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Propinsi Aceh, mengatakan bahwa ulat ini cepat sekali menyerang tanaman mereka.

Menurut dia, dari lahan setengah hektar yang mereka miliki, biasanya benih jagung P32 dari DuPont ini mampu hasilkan panen 4 ton pipilan
kering. Tapi sekarang ini hanya mendapatkan 2,4 ton pipilan kering saja.

Daulat mengatakan, selama ini dirinya rata-rata menggunakan benih jagung hibrida Pioneer P32 dan nyaris gagal panen semua dimakan ulat bintil-bintil hijau ini.

Sementara itu, kondisi di Kabupaten Aceh Tenggara itu ternyata juga sama terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More