Minggu 26 Mei 2019, 16:49 WIB

MK Terima Permohonan Sengketa Lewat Batas Waktu dan Salah Alamat

M Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
MK Terima Permohonan Sengketa Lewat Batas Waktu dan Salah Alamat

MI/SUSANTO
KoDe Inisiatif di Jakarta, Minggu (26/5), menyampaikan sejumlah analisis permohonan sengketa Pileg dan Pilpres 2019 ke MK.

 

BERDASARKAN Pasal 474 Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (Pemilu), peserta pemilu legislatif memiliki tenggat waktu paling lama 3x24 jam untuk mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, masih saja ada pemohon yang mengajukan gugatan melewati tenggat waktu.

Hal itu disampaikan Peneliti Konstitusi Demokrasi (KoDe) Inisiatif  Ihsan Maulana. Menurut Ihsan, hakim tetap menerima permohonan yang diajukan calon anggota legislatif baik DPR RI, DPRD, maupun DPD, karena MK tidak boleh menolak gugatan.

Baca juga: Soal Kursi Ketua MPR, NasDem Junjung Musyawarah Mufakat

"Terdapat lima permohonan yang diajukan dalam kurun waktu 4x24 jam atau melebihi waktu yang ditentukan dalam undang-undang. Namun, hakim tetap menerima perkara itu karena dilarang menolak suatu perkara. Itu ada di dalam satu azas peradilan," jelas Ihsan dalam diskusi di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, sebanyak 470 permohonan telah masuk ke MK terkait Pemilu 2019. "Alasan mengajukan sengketa itu yang paling banyak adalah alasan penggelembungan dan pengurangan suara. Jumlahnya sebanyak 111 permohonan," terang Ihsan.

Ada pula pengajuan sengketa hasil pemilu terkait penggelembungan saja dan pengurangan saja. "Ini karena memang pada temuan pertama pemohon beralasan ada penggelembungan suara yang pada akhirnya mengurangi suara miliknya," imbuh Ihsan.

KoDe Inisiatif juga masih menemukan adanya gagatan terkait pelanggaran pelanggaran administrasi dan pelanggaran pemilu. Terkait hal itu, ia menilai para penggugat telah salah alamat. "Seharusnya dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)," tandas dia. (Mir/A-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Laporan Gratifikasi Lebaran ke KPK Tahun ini Capai Rp62,8 Juta

👤Antara 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:50 WIB
Barang gratifikasi masih berkisar pada parsel makanan, barang pecah belah, voucher, dan uang dengan nilai laporan terendah Rp50 ribu hingga...
Dok.MI

Pengamat: Simpatisan IS Penyerang Polsek Daha Teroris Terlatih

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:35 WIB
Kelompok penyerang sengaja memilih waktu dini hari untuk mencari kelengahan...
Sketsa MI

Muhammadiyah Ajak Pejabat Negara Pelopori Pengamalan Pancasila

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:24 WIB
Para penyelenggara negara hendaknya lebih bersungguh-sungguh melaksanakan Pancasila, terutama sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya