Pemprov Sulsel Bentuk 27 Posko Kesehatan Selama Mudik Lebaran

Penulis: Lina Herlina Pada: Minggu, 26 Mei 2019, 18:35 WIB Nusantara
Pemprov Sulsel Bentuk 27 Posko Kesehatan Selama Mudik Lebaran

Ist
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Bachtiar Baso

SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, membangun posko kesehatan di sejumlah titik yang dianggap penting, selama arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Bachtiar Baso, menjelaskan pembentukan posko kesehatan itu, untuk menjamin kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa mudik dan arus balik lebaran 2019.

Baca juga: PT KAI Daop 6 Yogyakarta Selenggarakan Angkutan Motor Pemudik

Posko kesehatan mulai difungsikan mulai H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri 2019. Petugas kesehatan yang berjaga sesuai dengan fungsinya.

"Semuanya ada 27 posko kesehatan. Masing-masing kabupaten/kota satu posko, ditambah tiga posko lain, di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Makassar, dan Terminal Regional Daya," terang Bachtiar, Minggu (26/5).

Ia juga menjelaskan, jika sama dengan tahun-tahun sebelumnya, posko kesehatan dibentuk bersama aparat Kepolisia, Jasa Raharja, dan instansi lain.

"Posko kesehatan tersebut nantinya bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para sopir angkutan, atau siapa saja, termasuk pemudiknya. Nanti dicek, apakah layak bawa kendaraan atau tidak," lanjut Bachtiar.

Baca juga: Pemerintah Waspadai Lonjakan Pemudik

Selain itu, terang Bachtiar, semua unit pelayanan Puskesmas, hingga ke daerah-daerah juga siap menangani jika ada kasus-kasus darurat seperti kecelakaan.

Setiap posko ditempatkan seorang dokter dan perawat serta alat medis yang lengkap. Bachtiar memastikan, kesiapan petugas pelayanan kesehatan untuk tetap menangani pasien meskipun pada saat libur lebaran. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More