Minggu 26 Mei 2019, 09:30 WIB

Pilihan Mewah dan Profesional untuk Ramadan

Suryani Wandari | Weekend
Pilihan Mewah dan Profesional untuk Ramadan

Dok. Plaza Indonesia
Busana koleksi Potpourri, Priyo Oktaviano

BAJU-BAJU kaftan, gamis, dan abaya memang banyak jadi pilihan untuk busana Ramadan ataupun Lebaran. Siluet itu pula yang masih ditawarkan desainer dan jenama populer di Tanah Air untuk hari raya tahun ini.

Meski begitu, nuansa segar dan berbeda dihadirkan lewat twist hasil adaptasi budaya lain maupun dengan potongan yang lebih modern.

Hal itu pula yang terlihat dalam label atau jenama Ava Prologue yang menampilkan koleksi di acara Ramadan in Style di Plaza Indonesia, di Jakarta, Rabu (15/5).

Label digawangi Ursula Wantah, Guida Arezzi, Dewi Andarini, dan Dian Aisyah memadukan potongan kimono dan kaftan. Busananya dibuat makin unik karena potongan kimononya tidak benar-benar berpotongan wrapped, tetapi ditambahkan lagi dengan gaya simpul.

"Siluetnya sengaja yang berbentuk timeless dengan gaya kimono, gaya yang sangat comfortable dan adjustable," kata Ursula Wantah sebelum peragaan.

Busana-busana itu bukan hanya diterapkan untuk perempuan dewasa, melainkan juga anak-anak. Maka dari itu, jadilah set busana yang senada untuk ibu dan anak.

Dengan material yang mewah seperti sutra dan sifon, ditambah aplikasi payet di tepi busana, koleksi itu pun menampilkan sisi glamor tanpa berlebihan.

Kesan mewah juga ditampilkan Priyo Oktaviano dan Sebastian Gunawan. Lewat koleksi bertajuk Potpourri, Priyo memilih gaya klasik Prancis, tepatnya rococo dengan garis romantis, lembut, dan feminin. Untuk koleksi Ramadan ini, tentu saja potongan ketat di bagian perut khas sedikit ditinggalkan dan dibuat lebih longgar.

Priyo juga menambahkan detail 3D embroidery dengan motif bunga kering dari potpourri yang dikerjakan tangan, kemudian dipadukan dengan renda klasik hingga payet mutiara. Material seperti linen, voile, tule, organdy, dan lace chantilly yang ringan pun semakin menambah kesan feminin yang kadang ia bentuk menjadi rok bertumpuk sebagai bawahan busana panjangnya.

Sayangnya, penggunaan bahan yang ringan itu tampak menerawang di beberapa bagian tubuh, seperti pundak ataupun dada. Meskipun tak banyak, rasanya tetap kurang pas dipakai pada momen Ramadan dan Idul Fitri, kecuali digunakan memakai busana inner.

Pada koleksinya kali ini, Priyo pun menampilkan busana Ramadan untuk pria dengan gaya jas berleher tinggi dan dalam warna cerah.

 

Sederhana dengan payet

Terakhir yang tampil pada pergelaran Ramadan in Style di hari pertama ialah lini busana Sebastian Red dari Sebastian Gunawan yang menghadirkan busana Ramadan bertajuk Fascination yang membawa kembali gaya busana 1960-an yang sederhana, tetapi tetap berkesan.

Materialnya dipilih dari kain bertekstur biasanya semacam brokat yang mempunyai motif pula, yang pada umumnya berwarna cokelat, perak, dan emas. Selain berbentuk gaun panjang dengan aksen tumpu pada beberapa bagian, di sini Sebastian pun mengombinasikan dengan outer.

Seperti memberikan pilihan, Sebastian pun menghadirkan kaftan berwarna berani, seperti hijau dan merah, baik itu polos maupun bermotif. Yang pasti memiliki siluet sederhana, tetapi tetap elegan dengan penambahan sedikit manik maupun tali.

Bagi mereka yang lebih memilih busana berkesan simpel atau profesional, ada koleksi kolaborasi Jenahara dan the Executive. Kolaborasi itu menghadirkan dua pilihan koleksi, yakni Copenhagen dan Milkyway.

Pada koleksi Copenhagen, permainan ornamen berupa letter O ring yang menjadi ciri khas Jenahara dikombinasikan dengan aksen plisket. Aksen itu diaplikasikan dalam ragam tunik hingga celana.

Sementara itu, koleksi Milkyway terinspirasi dari keindahan kombinasi warna galaksi Bima Sakti. Detail dalam koleksi itu terkesan lebih playfull dengan siluet asimetris dan motif garis-garis yang ditaruh secara acak. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More